SIGLI – Keberadaan videotron di pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, dinilai mubazir. Bahkan, videotron yang diduga proyek dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh beberapa tahun lalu, kini mati total.

Bahktiar, salah seorang pedagang di seputaran lokasi pemasangan videotron tersebut, Kamis, 28 Juli 2016 kepada portalsatu.com, mengatakan, keberadaan videotron itu tidak sedikitpun membawa manfaat kepada masyarakat. 

Hana tateupue keupue fungsi ata nyan. Bagi kamoe hana manfaat (kita tidak tahu apa fungsi videotron itu. Bagi kami tidak ada manfaat),” kata Bahktiar.

Bahkan, lanjut Bakhtiar, informasi tentang harga barang yang sempat ditampilkan melalui videotron itu tidak benar, beda jauh dengan harga di pasar. Dia mencontohkan, pada video itu tertulis harga cabai Rp15.000 per kilogram, ketika dicek ke pasar, harga cabai Rp 25.000 per kilogram. 

“Semua info harga barang di video itu beda jauh dengan kenyataan di pasar. Itu pertanda tidak ada gunanya alat informasi itu bagi warga,” ujar Bakhtiar.

Hal sama juga dikatakan Maman, warga Kembang Tanjong, Pidie. Menurut Maman, videotron yang dipasang di jalan depan Meunasah Payoeng Pasar Beureunuen itu, sudah lama tidak aktif lagi atau mati total. 

“Dulu sempat nampak setengah gambar dari video itu, tapi kini sudah mati total, hanya tinggal kota di atas tiang persis papan tempat dipasang reklame,” kata Maman.[]