Karya: Taufik Sentana*
Ibnu Abbas RA menuturkan bahwa tanda wajah berseri adalah ketaatan, kebaikan budi, kehalusan hati dan hasil dari banyak bersujud.
Industri modern kita telah merekayasa keserian wajah dengan bedak dan lipstik
serta ritual di salon. Panduannya dari iklan iklan yang meriah di televisi. Dari sana banyak cara tentang wajah berseri, kulit lembut dan menghindari bau tak sedap di badan.
Padahal wajah berseri bisa hanya majazi
bila tak berdasar pada pandangan murni
tentang kecantikan dan kebaikan.
Wajah berseri akan tampil sebagai kepalsuan dan kekosongan bila lepas dari makna hakikat penciptaan.
Bahwa kelak, di mahsyar,
kitapun berkelompok jua
dengan wajah berseri ceria
atau dalam kelompok lesu dan hina.[]
*Penyuka prosa sufistik.



