BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, T. Irwan Johan, mengatakan, dirinya bangga melihat anak-anak Aceh di usia muda seperti mereka (siswa) bisa menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan siswa negera lain khususnya Jepang.
Oleh karenanya, dengan adanya penanaman komunikasi yang baik antara siswa di Indonesia, khususnya Aceh dan Jepang maka diharapkan hubungan antar negara besar ini dapat terjalin dengan baik untuk ke depan, serta saling mengisi atau memberikan dampak yang positif untuk kemajuan daerah.
"Kita (DPRA) sebenarnya sudah banyak melakukan kerja sama dengan Pemerintah Jepang, dan pada tahun 2019 mungkin kita juga akan mengirimkan pemuda-pemuda Aceh untuk magang di Jepang. Baik itu dari segi dunia usaha industri maupun dibidang sosial dan budaya, kesenian," kata Irwan Johan kepada portalsatu.com/, Selasa, 18 September 2018.
Di sela-sela pertemuan tersebut, Irwan menambahkan, dirinya juga telah berbicara langsung dengan tamu dari Jepang itu tentang penampilan kontingen kesenian Aceh di Jepang untuk memperkenalkan budaya dan kesenian Aceh di sana.
“Jadi saya kita setiap tahun bentuk kerja sama Indonesia atau Aceh khususnya dengan Jepang ini semakin baik. Apalagi kedua daerah ini pernah terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami, sehingga hubungan silaturrahmi maupun kerja sama itu semakin meningkat,” ungkap Irwan Johan.
Berkenaan lab bahasa Jepang agar dapat didirikan di Banda Aceh, menurut Irwan Johan, itu merupakan ide yang sangat bagus, nanti pihaknya akan mencoba menghubungi pihak Jepang dan jika seandainya mereka (Jepang) bekerja sama tidak menjadi masalah. Bahkan kalau bisa tidak hanya berupa lab saja, tetapi juga sejenis pusat kebudayaan seperti di beberapa daerah lainnya di Indonesia.
“Tentu kita mengharapkan agar nanti di Aceh pun ada pusat kebudayaan bangsa asing tersebut, yang bisa dimanfaatkan oleh pemuda atau masyarakat kita (Aceh). Karena ini cukup bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya generasi penerus bangsa ke depan,” ujarnya.
Irwan menambahkan, dirinya melihat bahwa masuknya warga asing ke Aceh itu tidak menjadi persoalan, karena pasca tsunami Aceh pun cukup banyak bangunan berupa sekolah maupun infrastruktur lainnya yang dibangun oleh Jepang dan negara lainnya.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dunia terhadap Aceh, maka sudah saatnya kita berfikir secara jernih dan positif dalam memajukan Aceh ini yang lebih baik,” kata Irwan Johan.
Irwan Johan menyampaikan hal tersebut, usai kegiatan perbincangan antara siswa SD Negeri 43 Banda Aceh dengan SD Kitakata di wilayah Prefecture Miyagi Jepang melalui media teleconference Skype, yang diadakan oleh Aceh-Japan Community Art Consortium di SD Negeri 43 Banda Aceh. []




