BANDA ACEH – Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan mengadakan pertemuan dengan General Manager (GM) PT PLN Wilayah Aceh Bob Saril. Rapat membahas masalah kelistrikan di Aceh berlangsung di ruang Wakil Ketua DPR Aceh, Jumat, 5 Agustus 2016, sore.

“Banyak harapan masyarakat kepada DPR Aceh terkait persoalan listrik. Maka hari ini DPR Aceh memanggil GM PLN Aceh guna mendengar langsung permasalahan sering adanya pemadaman listrik di Aceh,” kata Irwan Djohan saat konferensi pers usai pertemuan itu.

Menurut Irwan Djohan, banyak hal yang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Seperti terganggunya suplai arus listrik akibat pohon tumbang. Persoalan lainnya yaitu khusus untuk Kota Banda Aceh, gardu induk yang dibutuhkan tiga, namun tersedia hanya satu.

“Jika satu gardu induk ini bermasalah, maka tidak bisa dialihkan ke gardu induk lain,” ujar Irwan Djohan.

Irwan Djohan berharap pemerintah daerah bisa membantu PLN baik dari segi perizinan maupun pembebasan lahan untuk pembangunan jaringan listrik. “Supaya nantinya PLN bisa menyelesaikan persoalan kelistrikan baik dari transmisi maupun distribusi ,” kata politisi Partai NasDem ini.

GM PLN Wilayah Aceh Bob Saril mengatakan, soal kecukupan listrik di Aceh sudah memadai, dan masih bersisa 60 MW. “Namun belum memadai dan belum memenuhi kriteria safety N-1. Seharusnya listrik tersebut mempunyai daya sekitaran 200 MW dan inilah yang sedang kita cari,” ujar Bob Saril.

Bob Saril turut menyampaikan langkah pihaknya ke depan dalam Rancangan Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). “Akan masuk Sumbagut 5, yaitu PLTGU Arun yang kapasitasnya 200 MW,” katanya. “Selanjutnya PLTA Peusangan yang juga sudah masuk, saat ini sudah going project untuk menjamin kapasitas kita mencapai 200 MW”.

Dia berharap pembangunan pembangkit listrik itu mendapat dukungan semua pihak. Saat ini pembangunan tersebut masih terkendala permasalahan pembebasan lahan. “Lahan itu sudah dibebaskan, akan tetapi masih saja diblok,” ujar Bob Saril.

“Peran serta sangatlah penting karena ini akan menjawab kesulitan di dua tahun yang akan datang. Karena membangun ketenagalistrikan itu membutuhkan waktu yang panjang,” kata dia lagi.[]