Taufik Sentana
Peminat Sastra Sufistik.

Pada akhir waktu nanti kita akan tertegun dan berkata : Aku baru saja tertidur sehari atau setengah hari. Atau hanya sepanjang Isya atau Dhuha.

Para Alim mengabarkan, waktu kita di dunia ini hanya sebatas antara waktu shalat ke shalat lainnya. 

Atau lebih singkat lagi : selepas tarikan nafas. Bahkan hanya sekerlip mata, Kalamhilbashar, Sebut–Nya di satu ayat.

Namun diantara waktu kita banyak terlena,
merangkai dan mengumpulkan yang akan binasa. Membangun dan menyusun yang akan sirna. 

Padahal, sebaris doa saja cukup menjadi pemberat Mizan. Apatah lagi, setiap kebaikan yang terpancar dari ketundukan, walau  hanya bersesekah dengan sebiji kurma:
dan sebiji kurma itupun  menjadikan waktu  
kita lebih berguna dalam pandangan-Nya.[]

*Mengenang sahabat yang baik
Ust Sobar, alm.