BANDA ACEH – Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Muhammad Nur, mempertanyakan keseriusan PT Semen Andalas Indonesia (SAI) dan perusahaan pemasok batu bara untuk mengatasi pencemaran lingkungan di pantai Lhoknga, Aceh Besar. Pasalnya sudah sepekan kapal tongkang yang kandas di pesisir pantai Lhoknga belum dievakuasi. Belum lagi terdapat 4.000 ton batu bara yang tumpah ke pantai tersebut.

Muhammad Nur menilai PT SAI sangat lamban mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan ini. Dia meminta agar perusahaan mengambil langkah cepat membuat kesepakatan dengan perusahaan pemasok batu bara. “Dan perjanjian itu diperlihatkan ke publik atas langkah apa yang akan dilakukan dalam mempercepat pembersihan batu bara yang dianggap mencemari lingkungan pantai,” ujar Muhammad Nur.

Direktur Walhi Aceh ini juga meminta Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan untuk mengambil peran dalam mendorong percepatan pembersihan lokasi pencemaran batu bara. Pasalnya dengan kejadian tersebut sudah mengganggu kunjungan wisata. Hal ini juga akan menimbulkan dampak bagi ekosistem laut.

Muhammad Nur mengatakan permasalahan ini juga dapat menjadi pembelajaran untuk pemerintah. Artinya, kata dia, pemerintah juga harus bertanggung jawab dalam mengawasi dipercepatnya pembersihan lokasi pencemaran tersebut.

“Kalau pemerintah lepas tangan terkait masalah ini, indikasinya adalah pemerintah terkesan tidak peduli dan belum cerdas dalam bicara persoalan lingkungan hidup,” katanya.

Walhi mengharapkan adanya kebijakan hukum untuk memberikan sanksi pada perusahaan jika hal ini terulang kembali. “Apabila tidak cepat mengambil tindakan pembersihan, maka akan menimbulkan kerugikan khususnya ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar pantai,” kata Muhammad Nur.[](bna)

Laporan: Ramadhan