Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaWali Kota Filipina...

Wali Kota Filipina Ditembak Mati di Kantornya karena Terkait Narkoba

MANILA – Wali Kota Ronda di Filipina, Mariano Blanco (59), ditembak mati di kantornya, 5 September 2018. Blanco masuk dalam daftar Rodrigo Duterte terkait dugaan hubungan dengan gembong narkoba Filipina.

Menurut petugas kepolisian setempat, Blanco ditembak mati oleh orang bersenjata yang tak dikenal di kantornya pada tengah malam.

“Para saksi mengatakan empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota. Wali kota ada di sana saat dia tidur di kantornya,” kata Inspektur Senior, Jayr Palcon kepada AFP.

Blanco dinyatakan meninggal di rumah sakit. Motif pembunuhan masih tahap penyelidikan. Belum ada kejelasan mengapa Blanco memutuskan untuk tetap berdiam di kantornya semalam.

Palcon mengatakan, wali kota itu ada di daftar yang disebut-sebut Duterte sebagai pejabat terlibat dalam narkoba, yang dikonfirmasi seorang juru bicara dari Drug Enforcement Agency Filipina.

Menurut Drug Enforcement Agency, pembunuhan Blanco terjadi hampir satu tahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kuasanya atas polisi lokal. Pencabutan ini dilakukan karena wali kota itu diduga terlibat dalam kegiatan perdagangan narkoba ilegal.

Blanco menjadi pejabat lokal terbaru yang terbunuh dalam beberapa bulan terakhir akibat diduga terjerat perdagangan obat-obatan ilegal.

Filipina memiliki budaya politik yang penuh kekerasan dan mematikan. Akan tetapi, para pengamat menyatakan keprihatinan atas penindasan narkotika yang dilakukan Duterte.
Pembunuhan yang pejabat tinggi terakhir terjadi pada Juli lalu. Wali Kota Antonio Halili ditembak seorang penembak jitu saat upacara pengibaran bendera di balai kota di Tanauan, selatan Manila.

Blanco dan Halili termasuk di antara enam wali kota atau wakil wali kota yang tewas di Filipina sejak Mei lalu.

Petugas kepolisian mengatakan bahwa pada Februari lalu, keponakan Blanco dan Wakil Wali Kota Ronda, Jonah John Ungab, juga ditembak mati oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah menghadiri sidang pengadilan.
Pembunuhan terjadi ketika pihak berwenang mengejar tindakan keras mematikan Duterte terhadap narkotika.[] Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga: