BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memastikan hadir sebagai pemateri dalam acara bedah buku ‘Erdogan Muazzin Istanbul Penakluk Sekulerisme Turki’ di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu 13 Februari 2016, pukul 09:00 – 12:00 WIB.

“Pada tanggal 13 Feb saya masih di Jakarta, namun pagi-pagi benar, saya ke Banda Aceh, dan insya Allah, pasti hadir dan mengisi materi di acara ini,” kata Illiza, Rabu 10 Februari 2016.

Ketua Panitia, Teuku Farhan, mengatakan, acara tersebut dibuat oleh Masyarakat Informasi Teknologi (MIT), LDK AL-Ahkam di Fakultas Hukum Unsyiah, dan Sekolah Hamzah Fansuri (SHF). 

“Selain Wali Kota Illiza, pemateri yang dihadirkan adalah Muhammad Arhami – Mahasiswa program doktoral Yildiz Tehnik Universitesi, Istanbul-Turki, dan Thayeb Loh Angen – Kepala Sekolah Hamzah Fansuri,” kata Farhan.

Farhan mengatakan, acara tersebut dibuat secara suka rela karena menilai, Erdogan adalah sosok pemimpin muslim yang disegani dunia yang telah menjadikan Turki yang sebelumnya dikenal sebagai negara sekuler yang meninggalkan Islam, kini menjadi negara yang mencintai Islam.

“Acara ini juga untuk mempererat lagi hubungan emosional Turki dan Aceh yang memiliki hubungan historis yang sangat mesra agar tidak boleh dilupakan oleh generasi Aceh,” kata Farhan, yang merupakan Ketua MIT.

Farhan mengatakan, untuk lebih mengenal Erdogan, dibuat acara bedah buku tersebut. Acara itu, kata Farhan, formatnya selain bedah buku, membedah karya intelektual, juga berbagi pengalaman dari orang-orang yang pernah langsung  berinteraksi dengan Turki baik yang pernah tinggal maupun berinteraksi dengan pemerintah Turki.

“Acara ini perlu sering dilakukan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus membudayakan pembahasan tentang tokoh-tokoh Islam inspiratif masa kini, hal ini sangat diperlukan di tengah minimnya sosok teladan dan krisis kepemimpinan yang terjadi dari kalangan pemimpin muslim,” kata Farhan.

Ketua MIT ini mengharapkan Aceh memiliki pemimpin dan politisi yang berkarakter dan memiliki visi mengembalikan kejayaan peradaban Islam, bukan untuk tujuan-tujuan yang semu, tujuan sesaat yang makin menjadikan rakyat semakin melarat.

“Semoga dengan adanya acara ini masyarakat Aceh semakin mengenal Erdogan sebagai model tokoh pemimpin muslim, tokoh politisi muslim yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat di Aceh khususnya pemimpin dan politisi di Aceh agar tidak perlu gentar membela dan menerapkan Syariat Islam,” kata Farhan.

“Justru dengan menjalankan Islam dalam kehidupan berpolitik dan bernegara dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Dunia Islam menunggu hadirnya seorang pemimpin muslim dari Aceh yang memiliki karakter yang kuat seperti Erdogan atau bahkan lebih dari Erdogan. Semoga,” kata Farhan.[]