BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, mengimbau agar masyarakat Aceh segera melakukan vaksinasi. Masyarakat dapat mendatangi lokasi-lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebar di seluruh Aceh untuk divaksin sehingga penyebaran virus corona dapat dihentikan.

“Mudah-mudahan Covid-19 berakhir dan keadaan kembali normal seperti sediakala,” ujar Malik Mahmud saat meninjau vaksinasi massal Covid-19 di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, kawasan Darul Imarah Aceh Besar, Kamis, 26 Agustus 2021.

Dalam peninjauan itu, Wali Nanggroe Aceh didampingi Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, dan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ahmad Haydar.

Vaksinasi di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe Aceh digelar dalam upaya memenuhi persentase herd immunity yang ideal guna menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Aceh.

“Menyukseskan vaksinasi ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto Iswanto.

Pemerintah Aceh juga menggelar vaksinasi massal di gedung Banda Aceh Conventions Hall (BACH). Sebanyak 605 orang berhasil menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Program vaksinasi massal tahap kedua ini telah memasuki hari ke-47. Program ini akan terus berlanjut hingga seluruh dosis vaksin yang disediakan terpakai. Selain itu, juga terus berupaya memenuhi prosentase herd immunity yang ideal untuk menghentikan laju sebaran Covid-19 di Aceh.

“Kita semua berharap usaha ini akan membuahkan hasil terbaik sehingga pandemi Covid-19 ini bisa teratasi,” ujar Iswanto.

Koordinator Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan 605 orang yang berhasil divaksin pada Rabu (25/8), terdiri dari mereka yang menerima dosis pertama dan kedua.

“Dari total 605 orang ini, 271 di antaranya divaksin dosis pertama, 334 orang dosis kedua dan satu orang harus ditunda pelaksanaan vaksinasinya,” ujar Iman.

Sejauh ini proses vaksinasi bisa berjalan lancar lantaran dukungan semua pihak. Terutama hasil kerja keras para vaksinator yang berasal dari tenaga medis pemerintah Aceh, vaksinator dari Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.

Selain pentingnya ikut vaksinasi, masyarakat juga harus disiplin dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir, mengurangi mobilitas atau bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak. Dengan membiasakan 5M itu secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masker harus dipakai dengan baik dan benar yakni menutupi hidung dan mulut. Masker bukan untuk disangkut pada dagu atau leher. Bukan pula sekadar menutupi mulut dengan masker.[](Irm)