SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam melakukan kerja sama dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek.

Dalam hal ini diwakili Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Provinsi Aceh terkait Program Sekolah Penggerak (PSP).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman pelaksanaan Program Sekolah Penggerak berlangsung di Aula Meuligoe Wali Kota Subulussalam, Kamis, 9 September 2021.

Nota Kesepahaman diteken Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang bersama Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Aceh, As’ari, S.Pd., M.Pd., mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek.

Wali Kota Affan Alfian Bintang mengatakan sekolah penggerak akan dijadikan pilot project sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan SDM guru dan kepala sekolah. Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menyiapkan segala upaya dalam menyukseskan PSP di Kota Subulussalam.

Menurut Bintang, PSP sebagai langkah positif dalam meningkatkan pendidikan di Kota Subulussalam. Instrumen itu, kata Bintang, harus disiapkan baik guru, murid, kepala sekolah, orang tua murid dan stakeholder lainnya.

Sedangkan Plt Kadisdidkbud Sairun menargetkan mutu pendidikan Kota Subulussalam di tahun 2022 bisa masuk 10 besar se-Aceh. Hal itu, tentunya dengan menyukseskan PSP di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini.

Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Aceh As’ari menjelaskan fokus PSP pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi. Pengembangan karakter diawali dengan SDM yang unggul dari kepala sekolah dan guru.

“Program ini penyempurnaan program transformasi sekolah, dilakukan bertahap dan terintegrasi sehingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi program sekolah penggerak,” katanya.[]