SINGKIL – Distribusi gas 3 kilogram bagi korban banjir di Singkil nyaris ricuh lantaran warga tidak sabar mengantre. Mereka rela berdesak-desakan untuk mendapat bahan bakar tersebut setelah sepekan terakhir mengalami kekosongan akibat banjir melanda kawasan tersebut.
“Karena warga tidak sabar mengantre, mereka saling mendahului, hampir saja ricuh saat distribusi gas tadi,” kata Arief warga Singkil kepada portalsatu.com, Kamis, 8 Desember 2016.
Penyalurkan gas tersebut digelar dalam operasi pasar sebuah truk bermuatan LPG dengan harga Rp19.500 per tabung 3 kilogram. Itu lebih murah dari harga biasanya yakni Rp25 ribu per tabung 3 kilogram.
“Harga tergolong murah dibandingkan sebelumnya, makanya warga banyak ingin mendapat pasokan itu, apalagi selama ini sempat kosong,” kata Arief.
Bahtiar, 21 tahun, salah seorang petugas yang mendistribusikan gas saat itu mengatakan seharusnya jatah gas masing-masing kepala keluarga (KK) hanya satu tabung.
Namun, kata Bahtiar, banyak warga meminta lebih dari satu tabung, karena mengaku titipan dari keluarga mereka yang tidak sempat datang untuk mengambil pasokan tersebut.
“Mereka mengaku titipan dari keluarga atau tetangga, jadi kami harus layani juga,” kata Bahtiar.[]



