LHOKSUKON – Puluhan hektar area (Ha) lahan warga di Gampong Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara hilang terkikis abrasi dalam sepekan terakhir. Tak hanya itu, abrasi akibat terjangan ombak itu juga kian mendekati pemukiman warga dengan jarak tersisa sekitar 30 meter.

“Puluhan hektar lahan di Dusun Tgk Ubit dan Dusun Tgk Malem mulai terkikis abrasi. Lahan yang terkikis sudah mencapai 80 Ha, termasuk lahan milik Ismail, salah satu anggota DPRK Aceh Utara,” kata Geuchik Meunasah Sagoe, Sulaiman kepada portalsatu.com, Kamis 26 Mei 2016.

Ia menyebutkan, sebelum terkikis abrasi, di lokasi itu terdapat sejumlah rumah warga. Namun mereka telah pindah karena khawatir dengan terjangan ombak.

“Kami sudah berulangkali mengusulkan pemasangan batu penahan ombak kepada dinas terkait dan dewan (DPRK). Tapi hingga kini belum ada respon. Kondisi ini sangat merugikan warga. Pasalnya para pemilik lahan memiliki surat yang sah, sedangkan lahan sudah tidak ada lagi. Abrasi itu semakin parah sejak sebulan terakhir,” jelasnya.

Sementara itu Camat Seunuddon, Fatwa Maulana mengaku belum menerima kabar terkait adanya abrasi tersebut. “Sejauh ini belum ada laporan dari Geuchik,” ucapnya singkat.

Hal senada dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar. “Saya belum terima kabar itu. Karena biasanya selalu ada laporan dari Camat. Meski demikian saya akan minta anggota turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan,” pungkasnya. []

<!–EndFragment–>