Senin, Juni 24, 2024

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...
BerandaBerita Gayo LuesWarga Desa Ini...

Warga Desa Ini Duga Pengulu Bagikan Dana Desa Rp900 Ribu/KK, Kades Membantah

BLANGKEJEREN – Pengulu (Kepala Desa) Gewat, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues diduga membagikan uang Rp900 ribu untuk 79 Kepala Keluarga (KK) dari dana desa. Pembagian dana desa itu diduga bersumber dari program pemberdayaan masyarakat tahun 2022.

Alimat, salah satu warga Desa Gewat, Senin, 8 Mei 2023, mengatakan ada beberapa persoalan yang terjadi di kampungnya. Selain dugaan bagi-bagi dana desa ke warga, juga masalah dana Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

“Apakah boleh dana desa program pemberdayaan masyarakat dibagikan ke warga? Lalu, kalau pun bisa, bagaimana Pengulu itu membuat SPJ-nya,” kata Alimat di kompleks Kantor Bupati Gayo Lues.

Menurut dia, dana desa program pemberdayaan masyarakat Desa Gewat tahun 2022 sebesar Rp144 juta. Jika dibagikan Rp900 kepada 79 KK, maka totalnya hanya Rp71 juta, dan 24 juta dibelikan untuk tapak masjid, sedangkan sisanya tidak diketahui warga.

Alimat juga mengatakan bahwa sebelum Pengulu Desa Gewat itu terpilih menjadi kepala desa (Kades), jabatan lamanya adalah Ketua BUMK, dan Rp200 juta dana BUMK tahun 2019 masih tanpa keterangan hingga hari ini.

“Kemudian dana BUMK tahun 2021 sebesar Rp42 juta dan dana BUMK tahun 2022 sebesar Rp32 juta juga tidak ada ditransfer dari dana desa ke rekening BUMK, kita tidak tahu ke mana uangnya,” kata Alimat.

Pihkanya berencana melaporkan sejumlah kejanggalan kepada Kejaksaan Negeri Gayo Lues, supaya dugaan-dugaan ketidaksesuaian peruntukan dana desa itu bisa diketahui masyarakat.

Muhammad Lahi, Pengulu (Kades) Gewat membantah tudingan warga tersebut. Dia mengaku tidak pernah membagikan dana desa kepada warga, dan dana BUMK juga tidak ada masalah.

“Tidak betul dana desa saya bagikan kepada warga. Dan dana BUMK juga tidak ada masalah, bahkan uangnya sudah dibelikan untuk pelaminan,” katanya melalui telepon.[]

Baca juga: