BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh akan meminta Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk meningkatkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) atau tunawisma yang setiap tahunnya, apalagi menjelang Idulfitri dinilai terus meningkat.

“Nanti saya akan minta Kepala Sat Pol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk meningkatkan razia penertiban terhadap para gepeng tersebut. Karena kita lihat sudah mulai banyak lagi terlihat gejala-gejala gepeng dari anak-anak dan remaja,” kata Arif Fadillah, Ketua DPRK Banda Aceh saat dihubungi portalsatu.com, Senin, 12 Juni 2017.

Meningkatnya gepeng musiman yang datang dari luar Kota Banda Aceh selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, menurut Arif, akan membuat kesan Kota Madani menjadi tercemar.

“Kita minta ditingkatkan razia-razia para gepeng sehingga kesan Kota Banda Aceh sebagai Kota Madani tidak tercemar dengan hadirnya masyarakat para peminta-minta tersebut,” kata Arif.

“Yang musiman dan bukan orang sini (warga Kota Banda Aceh),” katanya lagi.

Terkait hal tersebut, legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini berharap kepada masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan bantuan atau sumbangan.

“Kita berharap masyarakat untuk sadar tidak menyalurkan bantuan sedekah tersebut melalui orang per orang,” kata Arif.

“Seharusnya melalui Baitul Mal kan lebih bagus. Karena kita lihat masyarakat kita ini terlalu baik, terlalu ramah, terlalu dermawan, sehingga menjadi ladang subur bagi mereka (gepeng) untuk datang kemari beramai-ramai, apalagi menjelang lebaran nanti,” katanya lagi.

Selain itu, Arif juga mengimbau kepada masyarakat bila ingin memberikan sumbangan kepada peminta-minta yang saat ini semakin marak. “Semoga masyarakat juga sadar, jika kriterianya tidak masuk ke dalam kategori untuk dibantu ya jangan dikasih,” katanya.

Arif menyarankan, sedekah yang akan disumbangkan alangkah lebih baiknya disalurkan kepada pihak atau lembaga resmi. “Mendingan memberi sedekah tersebut melalui gampông atau melalui Baitul Mal atau lain sebagainya,” katanya.[] (*sar)