MEULABOH – Warga empat desa di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, masih sulit memperoleh jaringan telepon seluler (ponsel). Padahal, di tengah pandemi ini warga sangat membutuhkan jaringan ponsel untuk dapat mengakses internet, terutama kalangan pelajar.

Empat desa tersebut Gampong Glee Siblah, Suak Trieng, Cot Lagan dan Cot Murong. Meski letaknya bukan di pedalaman Woyla, namun empat desa di kecamatan tersebut sulit memperoleh jaringan ponsel.

Para pelajar di gampong tersebut jika ingin mengakses internet melalui ponsel harus mencari titik tertentu atau ke Layung yang berjarak tujuh kilometer dari kawasan mereka.

“Kami di empat desa ini sejak pertama munculnya telepon genggam hingga saat ini belum bisa kita akses jaringan seperti warga di tempat lainnya. Padahal, desa kami disini letaknya bukan di pedalaman. Kenapa pihak terkait tak pernah memerhatikan permasalahan ini,” kata Ilham, warga Cot Lagan, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut Ilham, hampir semua penduduk di empat desa itu memiliki telepon genggam, tetapi tak bisa dimanfaatkan layaknya warga di daerah lain. Ketika mereka ingin mengakses internet untuk belajar, harus pergi hingga tujuh kilometer baru menemukan jaringan ponsel.

Abdullah, juga warga Desa Cot Lagan, mengharapkan pihak terkait agar membangun tower di sekitar kawasan empat desa itu, sehingga jaringan ponsel atau internet bisa diakses dengan mudah.[](Azhar Sigege)