LHOKSUKON – Warga Kecamatan Geuredong Pase, Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan terkait luasnya areal lahan tidur dan jalan rusak di kawasan pedalaman tersebut. Saat ini lahan tidur yang ada mencapai 3.500 Ha.

“Tadinya luas lahan tidur mencapai 5.500 Ha dan itu tidak termasuk lahan produktif. Namun sebagian lahan tidur itu sudah digarap oleh masyarakat berada yang memiliki dana sendiri. Bahkan kini sudah ditanami pisang, karet dan sawit. Saat ini lahan tidur yang tersisa mencapai 3.500 Ha,” kata Yusuf, 50 tahun, salah satu tokoh masyarakat di Geuredong Pase kepada portalsatu.com, Sabtu, 16 Juli 2016.

Untuk menggarap lahan tidur itu, lanjut Yusuf, tidaklah mudah karena lahan masih padat dan dikelilingi sungai. “Menggarap lahan tersebut butuh biaya besar dan itu tidak bisa dilakukan warga kurang mampu. Makanya kami minta pemerintah turun tangan. Kami sudah pernah usulkan penggarapan lahan itu ke.Kementerian Kehutanan dua tahun lalu, tapi belum ada realisasi,” ujar Yusuf.

Hal senada diutarakan M. Nasir, 50 tahun, petani setempat. Menurutnya, apabila lahan tidur itu bisa dimanfaatkan, maka perekonomian masyarakat akan meningkat. Mengingat sumber pendapatan masyarakat sangat bergantung pada perkebunan dan sawah.

“Di sini juga ada masalah lain yang tak kalah penting, yakni jalan rusak yang sudah menahun. Persoalan ini menjadi kendala bagi masyarakat untuk mengangkut hasil tani ke Kecamatan Lhoksukon dengan jarak yang mencapai 85 kilometer. Kami harap dua persoalan itu dapat menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.[]