ACEH UTARA – Banyak ikan terlihat mati di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, diduga akibat pembuangan limbah PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Rabu, 9 Februari 2022.

Pantauan portalsatu.com/, di lokasi pinggiran PT PIM kawasan Pelabuhan Krueng Geukueh banyak ikan yang mengapung dalam air dan bertebaran mati di pinggiran kompleks perusahaan itu. Selain ikan kecil dan sedang, ada pula kepiting yang mati.

Warga Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Muhummad Isa, kepada wartawan mengatakan ikan tersebut mati terjadi sejak dua hari lalu, diduga akibat pembuangan limbah dari PT PIM. Kondisi itu membuat para nelayan setempat merasa dirugikan.

“Sudah sering terjadi kematian ikan di sini, dugaan kita karena pembuangan limbah kimia perusahaan. Kita berharap ekosistem ikan laut bisa dilestarikan dengan baik supaya ikan-ikan dapat terselamatkan,” kata Isa.

Isa meminta pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut. “Kita juga berharap pemerintah daerah peduli terhadap nasib nelayan,” ucapnya.

Vice President PKBL & Humas PT PIM, Nasrun, mengatakan hal itu bisa ditanyakan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), apakah mereka tahu atau tidak. “Jadi, biar tidak salah informasi apakah betul itu limbah PIM,” ujarnya.

“Biar pihak DLH yang akan melakukan pengecekan ke lapangan, apakah betul dari PIM atau bukan. Kalau dinas punya kewenangan. Kami tidak mengetahui apakah itu limbah PIM sebelum ada keputusan atau hasil pengecekan dinas,” tambah Nasrun.

Kadis DLH Aceh Utara, Teuku Cut Ibrahim, menjelaskan pihaknya setelah menerima informasi ada dugaan pencemaran limbah itu langsung membentuk tim untuk mengecek ke lapangan atau melakukan verifikasi.

“Setelah mendapatkan hasil nanti kita akan melakukan pengembangan mengarah kemana penyebabnya, apakah diakibatkan oleh alam atau (limbah) dari perusahaan. Jadi, tidak bisa kita menduga-duga atau beropini, karena nanti akan kita ambil kesimpulan setelah melakukan pengembangan,” ujar Ibrahim.[]