SUBULUSSALAM – Jaringan listrik PLN Cabang Kota Subulussalam mengalami byar-pet (mati hidup) sejak dua malam terakhir. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat lantaran kondisi rumah mereka gelap gulita. Apalagi lampu mati sampai beberapa jam.

“Beberapa malam ini lampu mati, beberapa jam kemudian baru hidup lagi. Ini sangat mengganggu ketentraman orang lagi istirahat malam,” kata salah seorang warga Penanggalan, Fadli kepada portalsatu.com, Senin, 6 Maret 2017.

Dia mengatakan, arus listrik putus sampai beberapa kali dalam satu malam, sejak dua hari terakhir. Hal ini tidak hanya mengganggu warga sedang beristirahat, tetapi juga membuat peralatan elektronik rumah tangga seperti AC, TV, kulkas, rice cooker rawan rusak.

“Kadang lampu mati siang hari itu sudah biasa selama ini. Biasanya hari Sabtu-Minggu ada pemberitahuan jika ada jadwal pemadaman. Tapi ini tidak ada, tiba-tiba mati begitu saja, kadang mau salat maghrib,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Alfariz. Dia mengaku kesal akibat jaringan listrik sering mati, terutama saat malam.

“Selama ini lampu biasa mati tapi sebentar, baru beberapa hari ini saja lama sekali sampai satu dua jam kadang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, teknisi PT. PLN (Persero) Cabang Kota Subulussalam, Andi, mengatakan penyebab jaringan listrik byar-pet karena ada gangguan jaringan. Titik terutama bermasalah ada di wilayah Penanggalan dalam beberapa hari terakhir, sejak daerah tersebut dilanda cuaca ekstrem hujan deras, angin kencang disertai petir.

“Iya karena gangguan jaringan, saat petir kemarin di Kompleks Perumahan Bidadari itu ada aksesoris yang kena petir, termasuk travo di Simpang Kiri ada juga yang kena petir,” kata Andi.

Ia menyebutkan kerusakan aksesoris listrik tersebut sudah diganti oleh petugas PLN sehingga jaringan lampu kembali normal. Termasuk, beberapa titik aksesoris yang dianggap rusak penyebab terjadinya gangguan juga sudah diperbaiki dan diganti.

“Yang kita deteksi rusak sudah kita ganti semua. Namun, petugas juga masih melacak mungkin ada di lokasi lain yang rusak,” katanya.[]