SUBULUSSALAM – Listrik dari PT PLN Cabang Kota Subulussalam sejak beberapa bulan terakhir kerap hidup mati (byar-pet). Bahkan, saat menjelang waktu salat Magrib pun lampu padam tanpa ada pemberitahuan dari pihak PLN.

“Sering kali mati hidup, mati hidup, bahkan saat masuk waktu salat Magrib pun, listrik padam,” kata Wahda Sahira, warga Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam kepada portalsatu.com/, Rabu, 27 Maret 2019.

Menurut Wahda, kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, namun belum ada tanda-tanda perbaikan arus listrik dan justru pemadaman semakin memburuk tanpa mengenal waktu urgen seperti menjelang salat Magrib.

Pemadaman listrik yang kerap terjadi hampir saban hari ini, kata Wahda, tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Simpang Kiri, namun juga terjadi di kawasan lainnya seperti Sultan Daulat, Rundeng, Longkib dan Penanggalan.

“Di sini sering kali mati lampu, lama baru hidup, cuma kesal kita, pas mau masuk waktu Magrib, mati pula lampu,” kata Camat Sultan Daulat, Muliadi, yang mengeluhkan listrik PLN kerap byar-pet.

Hal Haris, mantan Camat Longkib juga mengaku kesal terhadap pemadaman listrik terjadi beberapa kali dalam satu hari di wilayah Longkib, termasuk menjelang waktu Magrib.

“Cuaca bagus, tidak ada badai, tidak ada angin kencang, tapi listrik padam melulu. Padahal Longkib itu juara I se-Indonesia menerapkan prabayar,” ungkapnya.

“Sering kali padam, 10 menit mau Magrib mati, menjelang masuk waktu salat Isya baru hidup,” kata Haris.

Saat masih menjadi Camat Longkib tahun 2016 lalu, Haris mengaku pernah menyampaikan kepada Manajer PT PLN terkait kondisi listrik sering padam di wilayahnya. Ia bersama seluruh kepala desa di Longkib dan mukim berencana mendatangi kantor PLN untuk menyampaikan keluhan masyarakat.

“Namun saat itu Pak Manajer bilang, jangan bawa Pak Keuchik ke sini, biar kami saja turun ke sana untuk memperbaiki. Saat itu sudah bagus sebentar. Setahun berikutnya kembali lagi mati hidup sampai sekarang,” kata Hal Haris.

Sejauh ini portalsatu.com/ belum memperoleh konfirmasi dengan pihak PT PLN Subulussalam terkait persoalan tersebut.[]