SIGLI – Ratusan warga Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, menahan dua unit mobil pengangkut semen curah pembangunan pabrik semen, Senin, 25 September 2017 sekira pukul 14:00 WIB. Kedua unit mobil tersebut disandera saat melintasi jalan yang diblokir warga. 

“Warga menyandera karena merasa dilanggar keputusan, warga tidak memberikan izin dilalui mobil perusahaan tersebut sebelum menyelesaikan hak-hak warga. Dua unit mobil itu dibawa warga ke halaman meunasah,” kata Tarmizi, salah satu tokoh masyarakat Kulee kepada portalsatu.com.

Secara kebetulan, Bupati Roni Ahmad atau dikenal Abusyik hendak berkunjung ke Laweueng, Kecamatan Mutiara Tiga. Dia melintasi jalan tersebut dan langsung turun menemui warganya.

“Begitu melihat Abusyik turun, warga meminta kepada bupati untuk menfasilitasi sengketa warga Kulee dengan pihak PT Samana Citra Agung,” kata Tarmizi.

Abusyik kemudian meminta warga untuk tenang. Dia berjanji akan mencari jalan keluar untuk menuntaskan persoalan pembebasan lahan tersebut dengan PT Samana Citra Agung.

Warga kemudian bersedia melepas dua unit mobil pengangkut material pabrik tersebut. Mereka berharap permintaannya dapat segera direalisasikan pihak PT Samana Citra Agung.[]