ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Panton Rayeuk II Kemukiman Buloh Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, menggelar syukuran dan doa bersama atas bantuan hewan kurban dari NGO (Kizilay) Turki, di meunasah gampong setempat, Kamis, 15 Agustus 2019, malam.

Koordinator Program, Rizki Suryadi, mengatakan, kegiatan itu khusus dilaksanakan atas rasa syukur masyarakat yang memperoleh batuan daging kurban dari saudara yang jauh di Turki. Di samping itu pihaknya juga berdoa untuk keselamatan saudara-saudara di Palestina, Suriah, Qasmir, Yaman dan seluruh umat Muslim di mana pun mereka berada.

“Untuk tahun ini kita menerima amanah 100 paket kurban dari salah satu NGO Turki, dan kita harapkan semoga tahun depan bisa bertambah supaya lebih banyak masyarakat yang kurang mampu dapat dibantu,” kata Rizki Suryadi dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Jumat, 16 Agustus 2019.

Adapun gampong yang menerima kurban tersebut Gampong Panton Rayeuk II berjumlah 53 paket, Langkuta 20 paket, Babah Lung 15 paket dan Meuriya 12 paket. Kata Rizki, gampong-gampong itu berasal dari Kemukiman Buloh Beureughang. Bantuan ini juga berkat dukungan dari Teungku Bukhari atau menantu Waled Husaini di Dayah Al-Fatayah di Seulimum. 

Rizki menjelaskan, awalnya ia berkenalan dengan lima orang sahabat dari Turki, tiga orang dari mereka sedang kuliah di University of Malaysia Program Scholership dari Turki, dan dua orang lainnya dosen yang sedang penelitian di Malaysia. “Dari sahabat ini kita bicarakan program yang bisa diajak kerja sama antara Aceh dengan Turki. Alhamdulillah muncul program kurban sehingga dari arahan sahabat Turki ini saya bisa berjumpa dengan lembaga Kizilay,” katanya.

Imam (Teungku Imum) Gampong Panton Rayeuk II, Tgk. Usman, mengucap terima kasih atas bantuan kurban ini. “Sebagian masyarakat di gampong ini memang sudah lama tidak merasa daging kurban. Bahkan sebagian masyarakat ada yang tidak sanggup membeli daging meugang. Alhamdulillah tahun ini mendapat daging kurban dari NGO Turki, semoga tahun depan bisa merasakan hal yang sama seperti tahun ini”.

Sementara itu, Imam Gampong Meuriya, Tgk. Muhamad Dadek, mengungkapkan, awalnya banyak masyarakat yang tidak percaya bahwa kurban itu dari Turki. “Setelah dijelaskan masyarakat bersyukur atas rezeki kurban tersebut”.[](rilis)