LHOKSUKON – Masyarakat Gampong Tanjong Dalam dan Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara memblokir jalan sebagai aksi protes karena rusak dan dipenuhi lubang, Jumat 2 September 2016 sekitar pukul 23.00 WIB. Pemblokiran jalan dilakukan dengan meletakkan pagar kayu dan sampah ranting pohon.
“Akses jalan yang ditutup sekitar 4 kilometer. Kami sudah lelah dengan kondisi jalan yang berlubang dan dipenuhi debu. Sudah puluhan tahun jalan ini tak kunjung di aspal. Jalan sangat sulit dilalui, becek dan berlumpur di saat hujan dan penuh kepulan debu di kala panas,” kata Geuchik Gampong Tanjong Dalam, Adnan di lokasi, Sabtu 3 September 2016.
Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Aceh Utara, Edi Anwar yang juga ditemui di lokasi yang sama menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan pembangunan jalan itu untuk 2017 dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3 Milyar.
“Apa yang kita usulkan tidak hilang. Persoalannya ini belum pembahasan, jadi apakah nantinya dana itu dikurangi atau ditambah saya tidak tahu. Yang jelas saya selaku kepala dinas akan memperjuangkan bila perlu akan ditambahkan lagi nilainya, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini kendalanya Dinas Bina Marga Aceh Utara sedang defisit anggaran. Dijelaskan, Rp 7 Miliar DAK di Dinas Bina Marga Aceh Utara dipangkas. Padahal dengan dana sebesar itu dapat membangun jalan sekian kilometer.
“Pembahasan ini sudah kita bicarakan di forum Kecamatan pada Maret lalu. Kami prioritas jalan untuk Langkahan dua titik, yakni jalan utama Langkahan dengan dana desa dan jalan Abu Loh Angen dengan dana otsus,” ucapnya.
Terkait pembangunan jalan tersebut, Edi Anwar akan membuat pernyataan tertulis bersama masyarakat. “Hal ini dilakukan agar masyarakat yakin dan percaya, dan kita komit bangun jalan itu. Jadi bukan sekedar bicara saja,” pungkasnya.[]



