LHOKSEUMAWE – Warga Lhokseumawe berharap sosialisasi pilkada 2017 harus dilaksanakan hingga ke tingkat gampông atau desa. Hal itu disampaikan salah seorang warga, Nasir, di sosialisasi tatap muka antara Panwaslih dengan stakeholder dan masyarakat yang digelar di Hotel Lido Graha pagi tadi, Rabu, 2 November 2016.

Dengan adanya sosialisasi hingga ke lapisan masyarakat bawah, membuat masyarakat khususnya pemilih pemula mengerti bagaimana proses pilkada yang baik dan jujur.

“Tak hanya sosialisasi, kampanye terbuka juga harus dijaga secara ketat sehingga mobilisasi massa dapat terkontrol dan khususnya pemilih pemula yang masih minim pengetahuannya,” kata Nasir yang juga pengurus MAA Kota Lhokseumawe.

Hal lainnya yang disampaikan Nasir adalah ketika memasuki masa tenang.

“Masa tenang itu seharusnya bagaimana. Untuk siapa masa tenang itu. Saya kira sewaktu masa inilah lahirnya kekacauan. Yang tidur takut apalagi yang tidak. Pasti saat itu ada tim yang menyambangi tiap rumah dengan berbagai hadiah diberikan untuk mememangkan pasangan mereka itu,'' tambah Nasir.

Nasir mengharapkan hal seperti harus disosialisasikan sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin agar tidak berdampak di kemudian hari sehingga menjadikan pilkada yang baik, aman dan jujur.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman diwakili Kabag Ops AKP Ahzan yang hadir dalam kegiatan tersebut ikut menyikapi apa yang disampaikan Nasir.

Ahzan menyebutkan, Polres Lhokseumawe telah siap menjaga dan mengamankan pilkada mulai dari masa pendaftaran hingga pemilihan dan penetapan nanti.

“Kami telah siap untuk mengamankan jalannya pilkada. Berbagai persiapan pun telah dilakukan termasuk simulasi pengamanan dan operasi Mantap Praja selama proses pilkada berlangsung,” kata Ahzan.

Ahzan menambahkan, pihaknya juga telah diberikan personel Brimob dari Polda Aceh. “Personel sudah bertambah. Kami siap mengamankannya,” kata Ahzan.[]