ACEH UTARA – Pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pase di Lorong III Desa Kuta Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengeluhkan suplai air bersih tiga hari macet, 19-21 Juni 2025.

“Sudah tiga hari air di rumah macet, tidak mengalir sama sekali dari PDAM (Perumda). Kami menunggu air bisa normal kembali tapi sampai sekarang belum mengalir. Ini cukup mengganggu bagi kami pelanggan yang membutuhkan air bersih setiap hari,” kata Ida, warga Desa Kuta Lhoksukon kepada portalsatu.com/, Sabtu, 21 Juni 2025.

Menurut Ida, seharusnya pihak Perumda Tirta Pase memberitahukan kepada masyarakat atau pelanggan penyebab distribusi air bersih macet.

“Air bersih bukan hanya keperluan memasak dan cuci pakaian, tapi juga untuk ibadah. Tadi malam saat hendak berwudu salat Isya dan Subuh tidak ada air di rumah, bahkan sampai sekarang (Sabtu malam) belum normal,” ungkap Ida.

Ida meminta Perumda Tirta Pase segera mengatasi masalah ini dengan serius. “Dan memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

“Kita berharap ke depan PDAM Aceh Utara dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada pelanggan,” ucap Ida.

Direktur Umum Perumda Tirta Pase, T. Hidayatuddin, dikonfirmasi portalsatu.com/, Sabtu, menyebut terjadi pecah pipa distribusi air bersih di Meunasah Asan, Kecamatan Lhoksukon berimbas ke Landing, Lhoksukon hingga Kecamatan Baktiya, Seunuddon, Matangkuli, dan Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas.

“Ini sedang dikerjakan bocor pipa di Meunasah Asan,” kata Hidayatuddin.[]