BANDA ACEH – Dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) berdiri kokoh di Meunasah Keude, Kecamatan Masjid Raya, Krueng Raya. Kincirnya terus berputar ditingkahi angin di pucuk rangka besi setinggi pohon kelapa.
Kincir angin ini merupakan energi terbarukan yang sengaja dibangun di dekat pantai. PLTH digadang-gadang sangat bermanfaat dan efesien karena mampu menyuplai energi listrik untuk kebutuhan masyarakat dan penerangan jalan.
Informasi yang diterima portalsatu.com menyebutkan, satu unit kincir angin yang dibangun di Meunasah Keude tersebut mampu menyuplai 1 kWh listrik.
“Itu baru dua dipasang, ke depan akan dipasang hingga 25 kincir,” ujar Syahrizal, 46 tahun, selaku Geuchik Gampong Meunasah Keude, Kecamatan Masjid Raya, kepada portalsatu.com, Senin, 28 Maret 2016.
Namun dia tidak mengetahui kapan sisa kincir angin tersebut kembali dipasang di daerahnya. Syahrizal menyebutkan, dua unit kincir angin ini dioperasikan untuk menyuplai listrik ke pabrik es bantuan JIS Jepang.
“Kalau masalah suplai listrik ke masyarakat dan berapa banyak yang akan dipasang hingga mencukupi suplai ke masyarakat, saya tidak tahu. Masalah itu mungkin belum disosialisasikan tentang energi terbaru ini,” ujarnya lagi.
Dia mengatakan masyarakat menyambut baik kehadiran PLTH di Meunasah Keude. Selain menjadi sumber energi, kehadiran PLTH juga dinilai mampu mendongkrang kemajuan pariwisata di daerah tersebut.
“Kita berharap PLTH ini bisa segera dibangun dan rampung karena bermanfaat bagi masyarakat di Krueng Raya khususnya,” kata Syahrizal.
Laporan: Ramadhan



