REDELONG – Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, S.H., mendeklarasikan Sahabat Nurlif Bener Meriah untuk mendukung T.M. Nurlif sebagai bakal calon Gubernur Aceh periode 2017-2022. Deklarasi itu turut didampingi Sahabat Nurlif Provinsi Aceh.

“T.M. Nurlif tidak sempat hadir, beliau saat ini di Jakarta,” ujar Direktur YARA Safaruddin dalam pidato konsolidasi Sahabat Nurlif di Gedung Mes Pemda Bener Meriah, Rabu, 30 Maret 2016.

Di tingkat provinsi, katanya, Sahabat Nurlif telah dideklarasikan awal Maret lalu. Berikutnya, kata Safaruddin, Sahabat Nurlif akan dibentuk hingga tingkat desa.

Safaruddin mengaku, saat ini pihaknya intens melakukan koordinasi bersama T.M. Nurlif. Ia juga sudah memastikan, jika T.M. Nurlif berhasil merebut kursi Aceh satu, program pendampingan hukum gratis bagi rakyat Aceh akan terus berlanjut.

“T.M. Nurlif Centre bekerja sama dengan YARA menyediakan bantuan hukum gratis untuk orang miskin. Jika T.M. Nurlif menang, ini saya pastikan akan berlanjut,” kata Safaruddin.

Ia turut menyampaikan alasan YARA merapat mendukung T.M. Nurlif dalam pilkada Aceh Februari 2017 mendatang. Menurutnya, sosok T.M. Nurlif dinilai mampu memimpin Aceh lebih maju di kemudian hari.

“Pak Nurlif sudah komit dengan kita akan memperluas jejaring gerak YARA dalam mengadvokasi rakyat Aceh. Ini sangat menguntungkan rakyat Aceh,” katanya.

T.M. Nurlif, menurut Safaruddin, figur yang memiliki cukup pengalaman bidang kepemimpinan dan administrasi. Ia juga dinilai sosok yang bertanggung jawab dan menempati janji.

Dalam deklarasi itu, Safaruddin turut menyinggung perjalanan politik pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir-red) yang diusung Partai Aceh pada pilkada sebelumnya.

Kala itu, kata Safaruddin, ia juga bertindak sebagai tim pemenangan Zikir. YARA juga melakukan advokasi hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi agar Partai Aceh dapat diberi peluang untuk kembali mendaftar di pilkada. Antara Zikir dan YARA, katanya, juga telah memiliki cukup komitmen, tetapi janji itu kandas.

“Pelantikan saja kita tidak diundang. Banyak masukan kita pada pemerintah Aceh saat ini tidak ditampung,” ujar Safaruddin.

Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan masyarakat Gayo lebih cerdas menentukan pilihan di pilkada Februari 2017 mendatang.

“Gayo selalu menjadi lahan politik elite. Begitu sudah tercapai keinginannya, Gayo ditinggalkan, bahkan jalan saja masih banyak yang belum diperbaiki. Kali ini harus lebih jeli dalam menentukan pilihan politik,” kata Safaruddin yang juga Ketua Tim Pemenangan Bakal Calon Gubernur Aceh T.M. Nurlif.[](ihn/*sar)