MATANGKULI – Warga yang tinggal di lingkungan Blok NSB mengeluhkan rendahnya perhatian PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terhadap kepentingan masyarakat terutama soal jalan. Warga berharap jalan yang sudah lama rusak segera diperbaiki.

Salah seorang warga Meunasah Meuria, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Jailani Ismail, mengatakan jalan bekas ExxonMobil sekarang di bawah tanggung jawab PHE. Menurut Jailani, jalur tersebut sebagai jalan utama untuk Kecamatan Matangkuli, Nibong, Syamtalira Aron, Paya Bakong, dan Pirak Timu. 

"Sampe uroe nyoe, hantom pernah dipeugot oleh pihak Pertamina. Bila Pertamina hana mampu maka hibahlah ke pemda," kata Jailani kepada portalsatu.com/ pada Sabtu, 19 Januari 2019.

Jailani menyebutkan, pihak Pertamina terkesan tak peduli terhadap kepentingan penduduk yang tinggal di sana. Padahal, kata dia, PHE sebuah perusahaan besar yang hingga kini masih menyedot gas alam.

“Awak nyak peugah ladang gas hana udep lee, tapi buktijih uroe nyoe mantong tersedot isi bumi. Bila ta analisa brat jipeungeut,” kata Jailani.

Warga Meunasah Tutong, Kecamatan Matangkuli, Mawardi Usman, berharap pemerintah dan pihak perusahaan bekerja dengan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan yang benar dan memiliki hati yang peka terhadap kepentingan masyarakat. Bukan hanya fokus pada kepentingan perusahaan dan bisnis saja.

“Dari kecil saya lihat, dulu waktu saya SD sempat menikmati bagusnya jalan. Namun setelah SMP zaman perang itu jalannya mulai berbolong-bolong. Jangankan untuk naik mobil atau yang lain, naik sepeda susah,” kata Mawardi.[]