BANDA ACEH – Proyek pembangunan di Banda Aceh yang dilakukan secara bersamaan di beberapa titik dinilai sangat mengganggu dan berdampak pada kesehatan pengguna jalan.

Salah satu warga Banda Aceh, Laksmita Patma Ningrum, yang juga mahasiswa Kedokteran Hewan Unsyiah ini mengatakan, tingginya polusi yang ditimbulkan berdampak pada kesehatan warga, khususnya pengguna jalan. Misalnya iritasi mata, sesak napas, atau ISPA.

Ia juga menyayangkan proyek pembangunan dilakukan secara sekaligus di Kota Banda Aceh. Selain menimbulkan kemacetan, juga riskan bagi keselamatan jiwa pengguna jalan. Ia mencontohkan keberadaan alat berat di sekitar lokasi proyek, terutama pada musim hujan dan jam-jam tertentu.

“Kalau tidak hati-hati bawa motor saat musim hujan, jalan yang lagi proses pengerjaan sangat licin karena banyaknya lumpur dan lubang yang tidak nampak karena tergenang air. Kalau sudah cuaca panas lain lagi, debunya itu banyak kali”, katanya.

Laksmita berharap pemerintah segera mempercepat proses pembanguan yang sedang dikerjakan, karena apabila terlalu lama hal ini sangat mengganggu pengguna jalan. Bagi pengguna jalan juga dia berharap untuk lebih berhati-hati.

“Harapan saya untuk pemerintah agar segera mempercepat proses pembangunan jalan, sehingga tidak semakin memperparah kemacetan dan untuk pengguna jalan patuhi peraturan. Jangan menerobos sembarangan serta menggunakan masker dan safety yang lebih baik,” kata Laksmita.[]

Laporan Muhammad Saiful