BLANGKEJEREN – Masyarakat di Pining, Gayo Lues, mengaku heran dengan kebijakan PLN yang bergerak cepat mengganti meteran listrik milik warga dari pascabayar menjadi prabayar. Padahal di daerah itu belum ada sinyal telepon selular maupun internet, sehingga warga harus menempuh perjalanan hingga 20 kilometer ke Blangkejeren untuk mendapatkan isi ulang atau pulsa/token listrik prabayar.
“Seluruh rumah di Kecamatan Pining semua sudah dipasang meteran prabayar,” kata Camat Pining, Khairul Effendi, di Pining, Senin, 18 Januari 2016.
Akibatnya, kata camat, warga terpaksa mengeluarkan biaya cukup besar untuk mendapatkan pulsa listrik karena harus ke Blangkejeren, ibu kota kabupaten.
“Bila hujan, maka tidak ada listrik bila pulsanya habis,” lanjut Khairul.
Khairul berharap pemerintah mencari solusi dan mengkoordinasikan kedua BUMN tersebut. Jangan sampai tarif listrik yang lebih murah menjadi mahal gara-gara biaya lainnya.
“Kami warga di Pining sangat berharap ada sinyal internet segera, karena Pining yang menjadi ibu kota kecamatan juga menjadi tempat pengumpulan hasil pertanian di daerah-daerah pedalaman,” katanya.[] (ihn)


