SIGLI – Geuchik Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Rusli, diduga tidak transparan dalam mengelola pemerintahan gampong. Sejumlah warga bahkan mensinyalir Geuchik Rusli telah menggelapkan hak mereka.
Hal tersebut disampaikan warga Rungkom kepada wartawan di Sigli, Senin, 25 Januari 2016. Hadir dalam pertemuan tersebut termasuk Kaur Pembangunan Gampong Rungkom, Abdul Wahab, Tuha Puet Gampong Muhammad Syamsiah dan Syarbaini Z.
Mereka juga kecewa dengan sikap pihak kecamatan yang tidak merespon laporan warga tersebut. Sementara Abdul Wahab menilai kinerja geuchik yang terkesan berjalan sendiri dalam mengelola pembangunan gampong selama ini.
“Ada bantuan aspirasi dari Anggota DPR Aceh, Dalimi, tahun 2012 sekitar Rp50 juta untuk membangun pagar, tetapi bangunan pagar hanya dibangun sekitar Rp15 juta saja,” kata Abdul Wahab.
Dia juga mengaku selaku Kaur Pembangunan tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan pagar tersebut.
Abdul Wahab juga menganggap sikap Geuchik Rusli pilih kasih dalam menyalurkan bantuan. “Jika tidak berkenan di hatinya, meski ada jatah dialihkan ke orang lain,” katanya.
“Kartu Jamkesmas keluar sekitar 200 lebih. Namun hanya beberapa warga yang diberikan, lainnya dibuang geuchik. Itu saya dengar sendiri geuchik bilang,” katanya.
Sementara Tuha Puet Gampong Rungkom, Muhammad Syamyah, menduga penyelewengan juga dilakukan Geuchik Rusli di bidang pertanian. Sebagai Ketua Kelompok Tani Gampong Rungkom, Muhammad Syamsyah mengaku tidak pernah mendapat bantuan pertanian. Padahal, kata dia, Dinas Pertanian Pidie selalu memberikan bantuan pupuk dan lainnya kepada kelompok tani.
“Nama saya tertera sebagai ketua kelompok tapi entah kemana jatah bantuan saya dibawa geuchik selama ini,” kata Muhammad, yang dibenarkan Abdul Wahab.
Selain itu, mereka menyebutkan Geuchik Rusli juga tidak melibatkan Bendahara Kelompok Tani Gampong Rungkom dalam mengelola bantuan. Selama ini bantuan pertanian dari pemerintah dikelola dan dibagi langsung oleh geuchik tanpa musyawarah.
Hal serupa juga terjadi pada bantuan sumur bor dari pemerintah. Sumur tersebut dibangun di tanah milik pribadi geuchik yang awalnya disebutkan diberikan untuk umum. Namun kenyataanya, tanah tersebut sudah dipagar sehingga masyarakat tidak dapat memanfaatkan lagi sumur bor bantuan.
Geuchik Rusli ketika dikonfirmasi portalsatu.com, Senin, 25 Januari 2016, mengaku semua pernyataan warga Gampong Rungkom tersebut tidak benar. “Mereka yang datang itu merupakan orang yang tidak senang sama saya,” kata Rusli singkat.[](bna)




