LHOKSUKON – Sesosok mayat sudah membusuk ditemukan tergantung di dahan pohon tepian tanggul sungai Gampong Meunasah Alue Drien LB, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat, 8 Juni 2018, sekitar pukul 11.00 WIB. Belakangan diketahui, korban adalah Aiyub alias Ateng, 35 tahun, warga Gampong Meunasah Mancang AB, Lhoksukon. 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapolsek Lhoksukon, AKP Teguh Yano Budi, kepada portalsatu.com/ menyebutkan, jasad itu pertama kali ditemukan oleh Usman, 50 tahun, warga Gampong Alue Drien saat hendak ke kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

“Setiba di kebun, Usman melihat seekor biawak berukuran besar sedang memakan seonggok daging yang sudah membusuk. Saat mengusir biawak itu Usman mencium bau busuk yang menyegat hidung. Setelah mencari, Usman menemukan sesosok jasad yang sudah membusuk tergantung sarung coklat motif kotak-kotak di dahan pohon,” ujar Teguh. 

Temuan itu dilaporkan Usman kepada warga sekitar yang diteruskan ke Polsek Lhoksukon. “Berdasarkan celana dan sarung pada jasad itu belakangan diketahui identitasnya adalah Aiyub alias Ateng. Hal itu diperkuat keterangan orang tua Aiyub yang mengatakan, pada 25 Mei 2018 lalu, korban mencoba bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri ke sungai. Setelah sempat menghilang, akhirnya korban ditemukan sudah menjadi mayat, Jumat,” jelas Teguh. 

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezky Kholiddiansyah, menambahkan, pihaknya telah menurunkan Tim INAFIS ke lokasi untuk melakukan identifikasi. 

“Saksi melihat biawak itu saat akan memotong pisang. Kondisi tubuh mayat sudah tidak sempurna, sebagian sudah tidak menyatu karena sudah membusuk. Pihak keluarga menolak dilakukan visum. Menurut orang tuanya, korban mengalami depresi sejak menganiaya istrinya dengan parang dan pernah dua kali mencoba bunuh diri saat berada di Rutan Lhoksukon. Jasad korban sudah dibawa pulang ke rumah duka,” pungkas Rezky.[]