BANDA ACEH — Petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Aceh Resot Konservasi Wilayah 6 Langsa bersama tim Human Orang Utan Conflict Response Unit (HOCRU) mengevakuasi seekor orangutan betina pada Sabtu, 16 Desember 2017.
Orangutan yang diperkirakan berusia 25 tahun itu ditemukan warga dalam kondisi kritis di Desa Reformasi, Peureulak Timur, Aceh Timur. Warga langsung melaporkan temuan itu kepada pihak terkait.
Petugas Lantas membawa orangutan itu ke Pusat Rehabilitasi Orang Utan Sumatera di Batumbelin, Sibolangit, Sumatera Utara untuk mendapat perawatan intensif. Hewan primata ini mengalami cedera parah berupa tangan kanan patah, tangan kiri cedera, dan sangat lemah.
“Saat ini orangutan tersebut telah berada di pusat karantina dan telah diberikan penanganan untuk tangan kanan yang patah dengan pemasangan softgips untuk immobilisasi lengan, kemudian tangan kiri yang cedera belum dapat dipastikan patah atau dislokasi sehingga dibutuhkan foto x-ray,” kata Dedi Irvansyah, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe BKSDA Aceh saat dihubungi portalsatu.com/, Senin, 18 Desember 2017.
Kondisi orangutan itu, kata Dedi, masih lemah dan memerlukan perawatan intensif.
“Terkait kejadian ini kita tidak mau menduga-duga penyebabnya, tapi ke depan akan dilakukan pemeriksaan penyebab cedera dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut untuk kasus ini,” kata Dedi.[] (*sar)


