LHOKSUKON – Sebanyak 12 waria dan pelanggan salon yang diamankan dalam Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara akan dipulangkan. Namun dengan syarat menandatangani pernyataan tertulis.

“Semalam pasca diamankan, mereka kita beri pembinaan lebih ke nasihat dan ajakan untuk tidak lagi menjadi waria atau banci. Rencana hari ini kita buat surat penyataan yang nantinya diteken mereka. Setelah itu akan dikembalikan ke geuchik masing-masing tempat domisili. Sebelum kita pulangkan, rencananya juga akan kita hadirkan ustadz untuk memberi tausiah kepada mereka,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah saat dihubungi portalsatu.com/, Minggu, 28 Januari 2018.

Kara Rezki, saat ini pihaknya sedang mencoba menghubungi geuchik-geuchik yang bersangkutan. Ada yang sudah terhubung, namun ada pula yang belum menjawab teleponnya.

“Ada beberapa poin pernyataan, di antaranya tidak akan melanggar Syariat Islam, salah satunya tidak lagi berpakaian dan berdandan menyerupai wanita. Karena itu dilarang dalam Islam dan ulama. Tidak akan mengulangi perbuatannya, bersedia kembali ke lingkungan masyarakat dan menjalani kehidupan yang normal, serta lainnya,” terang Rezki.

Terkait salon kecantikan yang mereka (waria) kelola, Rezki mengatakan, “Mereka boleh melanjutkan usaha salon, asalkan tidak ada praktek yang melanggat Syariat Islam. Ini sifatnya ke qanun, kecuali ada pidana baru ke kita (polisi). Untuk hasil tes urine, semuanya negatif (narkoba),” pungkas Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Diberitakan sebelumnya, lima salon kecantikan yang dikelola atau mempekerjakan waria (banci) di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dipasangi garis polisi, Sabtu malam, 27 Januari 2018. Hal itu dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Pantauan di lokasi, razia dan penindakan itu dipimpin langsung Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji, yang didampingi Kabag Ops Kompol Edwin Aldro dan Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah. Turut serta tim gabungan Polres Aceh Utara dari Satuan Reskrim, Narkoba, Intel dan Sabhara. Di lokasi juga terlihat puluhan anggota Satpol PP dan WH Aceh Utara.[]