Karya: Taufik Sentana*

Ia putih murni
Dari tabir abadi
Landai pada bumi
Mencari kembali.

Riak warna jiwa
Membelah dari awal mula
Sebelum tangisan pertama
Lalu ke tepi jalan yang dua
Fujur dan takwa.
Atau celaka dan mulia

Ia setia pada sumpah pertama
Sampai nabi nabi diutus
Dan mata berserta akal
Ataupun kesadaran
Menggapai di atas titian hasrat
Untuk bahagia dan selamat.

Warna jiwa berkelebat tanya
Setiap jawab menyingkap,
Awal wujud membuat diri tersungkur,
Takjub, dalam takbir
Dalam tasbih
Dalam putih.[]

*Penyuka prosa sufistik