Semua manusia tidak dapat mengetahui sampai kapan ia akan hidup. Allah Ta'ala memberikan usia hingga 63 tahun kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Banyak yang mengatakan, ketika manusia di zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan setelahnya diberi umur lebih dari 63 tahun oleh Allah Ta'ala, berarti Dia sudah memberikan bonus umur.
Lalu, apa yang kamu pikirkan ketika usiamu sudah menginjak 40 tahun? Apakah kamu masih ingin menikmati hingar bingar dunia atau kamu akan lebih sadar dan lebih bertakwa kepada Allah Ta'ala?
Usia 40 tahun dapat dikatakan usia yang paling dewasa dijalani oleh manusia. Manusia telah benar-benar meninggalkan masa mudanya. Banyak yang tidak menyadari bahwa usia 40 tahun dibahas di dalam Alquran.
Dalam Alquran surah Al Ahqaf ayat 15, Allah Ta'ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim”.”
Dalam surah ini, dijelaskan bahwa mereka yang sudah menginjak usia 40 tahun atau lebih telah menerima nikmat yang sempurna, memiliki keluarga yang harmonis. Mereka cenderung untuk beramal yang positif dan cenderung bertaubat kembali kepada Allah Ta'ala.
Usia 40 tahun adalah usia yang matang untuk bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, serta melihat sesuati dengan penuh hikmah dan ketelitian.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah Ta'ala juga di usia 40 tahun. Maka tak heran jika untuk menjadi kepala negara atau jabatan pemimpin mensyaratkan telah berusia 40 tahun.
Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah, usia manusia dikategorikan menjadi empat periode. Di antaranya, usia anak-anak yaitu sejak lahir hingga akil balig, usia pemuda yaitu sejak akil balig hingga 40 tahun, dewasa yaitu usia 40 hingga 60 tahun, dan tua yaitu usia 60 tahun ke atas.
Orang yang sudah menginjak usia 40 tahun layaknya orang yang kembali ke fitrah. Mereka lebih tertarik memperbaiki agama dan ibadahnya, lebih rajin ibadah wajib maupun sunah, menutup aurat, serta memperdalam ilmu agama.
Bisa dikatakan usia 40 tahun sudah masuk dalam usia senja. Sayangnya, masih ada yang sudah menginjak usia 40 tahun, tapi belum sadar akan agama. Padahal, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menunjukkan keistimewaan orang yang sudah memasuki usia 40 tahun dalam sebuah hadis.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah Ta'ala akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Meski begitu, berubah untuk menjadi lebih baik janganlah ditunda. Segeralah perbaiki diri, carilah bekal akhirat sebanyak-banyaknya dengan amalan saleh. Tidak semua orang diberi kenikmatan panjang usia.
Ingat, kematian bisa datang kapan saja tanpa menunggu usia 40 tahun. Oleh karena itu, gunakan sisa usia ini untuk melakukan amalan-amalan yang baik agar tidak menyesal di kehidupan nanti.[] Sumber: infoberitaunikterbaru



