LHOKSEUMAWE – DPRK Lhokseumawe telah mensahkan APBK tahun 2016 pada penghujung November 2015. Akan tetapi, sampai saat ini Pemko Lhokseumawe belum memulai proses tender (pelelangan) proyek/pengadaan barang dan jasa pemerintah sumber dana tahun 2016.

Ironisnya lagi, proyek penunjukan langsung (PL) yang tanpa harus melalui proses tender, juga belum direalisasikan. Kondisi ini, menurut publik, menunjukkan pembangunan di Kota Lhokseumawe masih stagnan, dan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya berdalih selama ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum menyelesaikan dokumen tender, dan ia kesulitan mencari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bersertifikasi. Menurut Suaidi, proses tender proyek akan dimulai dalam bulan ini.

Berikut petikan wawancara portalsatu.com dengan Wali Kota Suaidi Yahya usai salat Jumat di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, 10 Juni 2016:

Triwulan II tahun 2016 hampir berakhir, tapi proyek belum ditender. Kapan tender akan dilaksanakan?

Lagi proses dokumen.

Proses menyiapkan dokumen kan sudah lama, kepastiannya kapan ditender?

Ya… dalam bulan ini kita harus tender semua. Sudah kita perintahkan SKPD, ada yang memang terkendala dengan dokumen (belum siap) di SKPD, kita sudah semua pertimbangkan. Kalau memang dokumennya belum (siap), itu kita agak sulit. Yang pasti tidak bisa dilakukan kalau dokumennya belum selesai.

Dan juga kita PPTK yang memang kita cari. Karena kita sulit daripada di PPTK yang harus ada sertifikasi. Jadi, itu juga jadi problem kita juga. Jadi, dalam bulan ini kita selesai.

Proyek PL juga belum direalisasikan, mengapa? Padahal PL kan tidak perlu ditender?

Iya, juga harus ada dokumen, harus ada PPTK-nya, harus ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)-nya. Makanya kita kesulitan juga, itu masalahnya. Kesulitan kita kebanyakan di sini.

Soal kesulitan mencari PPTK dan terlambat proses dokumen, ada kaitannya dengan pergantian Kadis PU belum lama ini?

Oh nggak. Kemarin kita memang pergantian Kadis itu untuk penyegaran terutama. Yang kedua, mungkin sudah jenuh. Makanya dengan ini kita apa, kita ganti yang baru. PPTK pun juga kita ganti yang baru semua, karena ada hal-hal yang bersangkutan, dan sebagainya.

Selama ini, dari Januari sampai Juni ini tidak ada realisasi proyek fisik, sehingga dinilai pembangunan masih stagnan. Anda sendiri merasakannya? Apakah sampai atau tidak kepada Anda tentang keluhan-keluhan terkait terlambat direalisasikan proyek?

Intinya gini, kita target dalam bulan November itu selesai, Insya Allah kita selesai. Sudah kita duduk dengan tim, sudah oke. Karena kan terlambat tapi selamat. Itu yang penting. Karena kita khawatir ada pemotongan-pemotongan dari kayak tahun kemarin. Ini yang (kita) khawatir.

Tapi kalau terlambat tapi selamat, agak kehati-hatian kita. Jadi, targetnya kita tercapai nanti. Makanya kekhawatiran kita nggak ada.

Soal defisit Rp13 miliar APBK tahun ini, bagaimana solusinya?

Ya, di Perubahan (APBK 2016), kita sesuaikan.[] (idg)