LHOKSUKON – Nomor emergency 113 Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Utara sejak enam bulan terakhir tidak aktif alias off. Selain itu, meski sudah dua tahun berdiri,  Pos Alue Bilie, Kecamatan Baktiya, sama sekali tidak ada nomor telepon.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com dari sejumlah warga menyebutkan, selama ini jika ada kebakaran yang terjadi di kawasan Baktiya dan sekitarnya, masyarakat harus datang langsung ke pos untuk meminta pertolongan. Pasalnya di pos tersebut tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi.

“Pos Alue Bilie tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi. Sedangkan nomor emergency 113 juga tidak bisa dihubungi lagi sejak enam bulan lalu. Kondisi ini memperlambat kedatangan tim damkar jika ada kebakaran. Bahkan selama ini sering terjadi, petugas baru tiba saat api padam dan hanya menyisakan bara,” kata Rajali, 45 tahun, warga Kecamatan Baktiya.

Kondisi itu dibenarkan Kepala Bidang Damkar Aceh Utara, Adharyadi. Secara terpisah, Kamis, 8 Desember 2016 malam, Adharyadi menjelaskan, kabel telepon emergency 113 rusak parah sejak dibongkar beberapa waktu lalu. Ia mengaku sudah mengurusnya ke PT. Telkom Lhokseumawe, tetapi tidak dapat diperbaiki lagi.

“Bulan depan Damkar akan pindah ke kantor baru di Simpang Landeng dan bergabung dengan BPBD Aceh Utara. Setelah proses pindah kantor selesai, nomor emergency akan diaktifkan kembali,” ujarnya.

Dia juga membenarkan tidak ada nomor telepon di Pos Alue Bilie. Persoalan terbesar karena di lokasi belum ada tiang telepon yang biaya pemasangannya cukup besar.

Dilanjutkan, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan alat komunikasi ke bupati yang diteruskan ke Sekda. Namun, tidak ada solusi karena Aceh Utara tidak ada anggaran. Terkait nomor 113 yang tidak aktif, itu bukan kesalahan petugas, tapi memang wayer tidak bisa diperbaiki lagi karena rusak parah.

“Sebagai alternatif, kami sudah melakukan sosialisasi ke gampong-gampong dengan membagikan langsung nomor telepon kepala, dampos, danru, bahkan termasuk nomor saya. Jadi, jika ada kebakaran langsung bisa diinformasikan. Sebenarnya saya berencana membeli handphone untuk ditempatkan di Pos Alue Bilie, tapi sejauh ini tidak ada yang bertanggung jawab. Kan tidak mungkin hari ini saya beli, terus hilang dan mingu depan beli lagi,” katanya. []