Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsWH Tangkap Lima...

WH Tangkap Lima Terduga PSK dan Waria di Langsa

LANGSA – Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Langsa berhasil menangkap lima wanita terduga pelaku seks komersial dan satu pria kemayu atau banci di lapangan Kiban Kompi B Langsa atau di belakang Pendopo Wali Kota setempat, Minggu, 21 Februari 2016 sekitar pukul 03.00 WIB. Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, Drs H Ibrahim Latif.

“Sementara laki-laki yang diduga pasangan dari masing-masing PSK itu lolos dari sergapan petugas, melarikan diri dengan sepeda motor (sepmor),” ujar Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM didampingi Danton WH Langsa, Manshuri, SH kepada sejumlah wartawan, Minggu, 21 Februari 2016.

Ia mengatakan patroli secara rutin dilaksanakan di lokasi yang diduga rawan tindakan asusila setiap Sabtu malam. Salah satu lokasi pantauan petugas adalah Lapangan Kompi-B Kiban Langsa yang kerap berlangsung transaksi seksual. 

“Setelah terjadi deal, perempuan PSK tadi yang nongkrong dilapangan segera dibawa ke tempat-tempat kos-kosan, dan menurut informasi ada yang dibawa ke Kuala Simpang Aceh Tamiang dan ke karaoke Besitang,” katanya.

Menurut Ibrahim, di kawasan tersebut terdapat pedagang makanan dan minuman yang memasang lampu remang-remang. “Di situ terjadi transaksi, setelah itu mereka dibawa ke tempat yang lebih aman, di tempat-tempat kost. Di sana, mereka melakukan perbuatan mesum dan berzina,” kata Kadis Syariat Islam Kota Langsa ini.

Dia merincikan para terduga PSK yang berhasil diamankan tersebut adalah E berusia 27 tahun asal Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Menurut Ibrahim, E saat ini kost di Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat. 

“Sehari-hari ia bekerja di Shinta Salon Paya Bujok Tunong Kecamatan Langsa Baroe. Dia juga sudah pernah menjalani hukuman eksekusi cambuk dalam kasus khalwat tahun lalu,” kata Ibrahim.

Terduga PSK lainnya adalah HY, 29 tahun, yang juga asal Kuala Simpang Aceh Tamiang. HY juga berdomisili di kos yang sama dengan E.

Selanjutnya MA, 19 tahun, warga Kecamatan Langsa Baroe yang menyewa kos di Gampong Sidoarjo Kecamatan Langsa Lama. 

“Dia juga sudah pernah kita tangkap dalam kasus yang sama, cuma belum dicambuk. Pada waktu itu hanya dilakukan pembinaan oleh Dinas Sosial,” ujar Ibrahim. 

Terduga PSK selanjutnya adalah Er, 32 tahun, janda asal Medan, Sumatera Utara. Sementara di Langsa, Er menyewa kos di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota. “Dia sering jual suara di karaoke depan Bank BNI Langsa,” katanya.

Terduga PSK lainnya adalah In, 19 tahun, warga Sungai Pauh Langsa Barat. Menurut Ibrahim, In adalah pemain lama yang sudah sering ditangkap dalam kasus prostitusi.

“Sementara waria (bencong) yang diamankan adalah MZS, 16 tahun asal Kota Lhokseumawe,” katanya.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, kelima terduga PSK dan satu waria tersebut masih ditahan di kantor Dinas Syariat Islam Langsa.

Ibrahim mengungkapkan jaringan prostitusi yang beroperasi di lapangan Kiban Kompi B ini diduga mendapat perlindungan dari oknum anggota Satpol PP dan aparat negara kota setempat. “Nama anggota oknum aparat dan Satpol PP telah kita kantongi dan telah kita laporkan ke Walikota Langsa untuk ditindak lanjuti. Pak Wali berjanji akan mengambil tindakan tegas,” kata Ibrahim Latif.[](bna)

Baca juga: