BLANGPIDIE – Zulfarzan (29) yang sebelumnya dilaporkan tewas bersama Abu Rimba dalam kontak tembak dengan aparat polisi di Pulau Tumpu, Desa Lhok Guci, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, Sabtu (20/2/2016) sekitar pukul 05.30 WIB, ternyata masih hidup.

Saat ini, ia berada di Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya.

Serambinews.com berhasil menghubungi Zulfarzan Minggu (21/2/2016) siang. Ia mengaku berasal dari Desa Panto Cut, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Jaya, kemudian merantau ke Kabupaten Aceh Jaya, sejak beberapa tahun lalu.

Komunikasi dengan Zulfarzan yang difasilitasi Keuchik/Kepala Desa Panto Cut, Syaiba, diketahui saat ini Zulfarzan tercatat sebagai tenaga guru honorer pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee.

Zulfarzan mengaku ia pernah hilang KTP asal Desa Panto Cut, Kuala Batee, Abdya bersama dompet dan satu handphone ketika menumpang di rumah yang ditempati saudaranya, yaitu rumah dinas guru SD Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya.

“Pada satu malam, tepatnya 17 Desember 2013 rumah yang saya tumpangi masuk pencuri setelah mencongkel kunci jendela belakang. Dalam peristiwa tersebut, saya kehilangan sebuah dompet berisikan KTP asal Desa Panto Cut dan sedikit uang serta satu handphone,” ungkap Zulfarzan.

Tetapi Zulfarzan tidak mengatahui bagamaimana ceritanya sehingga KTP miliknya asal Desa Panto Cut, Kuala Batee, Abdya sampai berada bersama salah seorang dari dua korban tewas dalam peristiwa kontak tembak dengan aparat kepolisian di Pulau Tumpu, Desa Lhok Guci, Pasie Raya, Aceh Jaya, Sabtu (20/2/2016) subuh.

“Anggota keluarga di kampung di Abdya dan rekan-rekan menghubungi saya melalui telepon, karena dilaporkan sudah meninggal dunia dalam kontak tembak. Alhamdulillah, saya masih hidup dan sehat walafiat,” kata Zulfarzan yang sering dipanggil Ijun.

Zulfarzan juga mengaku sudah berupaya mendatangi Polres Aceh Jaya pada Sabtu (20/2/2016) malam, namun tidak berhasil menemui Kasat Reskrim lantaran tengah sibuk dalam autopsi kedua jenazah di RSUD Teuku Umar. 

“Kepada saya sudah diperlihatkan KTP yang ditemukan bersama korban meninggal dalam kontak tembak. Ternyata, benar KTP milik saya asal Desa Panto Cut, Kuala Batee, Abdya yang sudah hilang beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Zulfarzan tidak mengetahui bagaimana KTP tersebut berada bersama korban meninggal dalam kontak tembak.[] sumber: serambi indonesia