SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam mengkritik rencana pemerintah setempat membangun monumen patung dampeng (tarian adat Singkil). Patung tersebut rencananya akan dibangun di kawasan kota tepatnya di Persimpangan Jalan Malikussaleh, Kecamatan Simpang Kiri.
“YARA menilai pembangunan monumen patung dampeng kebijakan pemborosan (anggaran), program yang tidak pro-rakyat,” kata Ketua YARA Edi Sahputra kepada portalsatu.com melalui siaran pers diterima, Selasa, 11 April 2017.
Edi menilai kebijakan pemerintah membangun patung dampeng tidak tepat. “Seharusnya kalau ingin mengenang atau mengabadikan perjuangan tokoh tersebut bisa dengan cara membuat buku profil tokoh tersebut, tidak perlu membangun patung,” katanya.
Selain membuat buku, kata Edi bisa juga dengan membangun museum bukti sejarah agar karya-karya mereka di masa lalu tetap dapat dikenang generasi muda.
“Kita berharap Pemerintah Kota Subulussalam bisa berpikir jernih untuk membatalkan pembuatan monumen patung tari dampeng tersebut dan dana yang disebut-sebut mencapai miliaran itu bisa dialihkan ke program yang pro-rakyat,” ungkap Edi.[]


