BerandaNewsYARA Somasi Timsel JPTP Pemerintah Aceh, PNA Menjawab

YARA Somasi Timsel JPTP Pemerintah Aceh, PNA Menjawab

Populer

BANDA ACEH – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atau YARA melayangkan somasi kepada Ketua Tim Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Aceh, T Setia Budi pada Kamis, 28 Desember 2017 lalu. Dalam somasi tersebut, Ketua YARA, Safaruddin, SH, meminta Tim Pansel untuk menghentikan proses seleksi JPTP karena masih ada tim Pansel yang berstatus pengurus DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Namun, somasi yang dilayangkan YARA belum mendapat tanggapan dari Tim Pansel JPTP hingga saat ini, Selasa, 2 Januari 2018. “Belum ada jawaban dari tim pansel,” kata Safaruddin menjawab portalsatu.com, Selasa petang.

Sebelumnya, Safaruddin menyebutkan Tim Pansel yang diduga masih berstatus pengurus PNA adalah T Setia Budi, Marwan Sufi, dan Syarifuddin Z. Ketiga nama ini masih tertera sebagai pengurus PNA Pusat sesuai catatan Kementerian Hukum dan HAM.

“(Lihat) SK Kemenkumham tentang pengurus partai politik. Bisa diakses di website KPU di kepengurusan partai politik,” kata Safaruddin lagi.

Mengenai hal ini, Ketua III (Hukum dan Hak Asasi Manusia) DPP-PNA, Mohd. Jully Fuady, dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com menyebutkan somasi YARA tidak memiliki dasar hukum. Jully Fuady menilai somasi tersebut hanya bernilai politis, tetapi tidak mengandung nilai yuridis.

“Somasi atau teguran yang disampaikan dengan beberapa ancaman jelas tidak memenuhi kaidah hukum baik secara formil dan materil,” kata Jully Fuady.

Menurut Jully, YARA memaksakan somasi tersebut agar menjadi kontroversi politik sehingga akan membingungkan masyarakat. Padahal, kata dia, pemeritahan Irwandi–Nova tengah mewujudkan salah satu program prioritas ke 9 dari Visi Misi Program pembangunan, yaitu Aceh Peumulia, dengan penempatan pimpinan SKPA yang berkualitas melalui uji kelayakan dan kepatutan.

Advokat ini mengatakan objek dan subjek somasi tersebut lebih tepatnya di ruang lingkup Hukum Tata Usaha Negara, jika ingin melakukan somasi persiapkan dasar hukum terutama subyek dan obyek somasi sesuai dengan kaidah hukum. Jully juga mengungkapkan sebagai Lembaga Bantuan Hukum atau yang memberikan advokasi kepada rakyat Aceh, YARA cenderung berpolitik praktis dari pada mewujudkan akses keadilan bagi rakyat miskin.

“Cara ini tentu saja tidak bijak walau dengan argumentasi apapun, ada sensasi yang ditargetkan dalam setiap isu politik walaupun itu hanya sesaat, tidak menyentuh akar masalah, sehingga publik kerap bosan dengan manuver seperti ini,” katanya.

Dia mengakui aksi YARA mendeklarasikan protes-protes sosial dan politik terhadap pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, menurut Jully, sepatutnya lembaga yang konsentrasi pada bantuan hukum dan akses keadilan untuk rakyat miskin tidak seperti itu.

“Kita bisa ukur secara objektif, mana yang lumrah dan ingin mencari sensasi,” katanya.

Terkait posisi T. Setia Budi dan beberapa orang lainnya sebagai pengurus PNA, menurut Jully, sudah pernah dijelaskan oleh pihak PNA sendiri. Menurut Jully, ketiga orang yang dimaksud sudah melakukan permohonan pengunduran diri dan sudah dikabulkan oleh institusinya.

Selanjutnya oleh Partai Nanggroe Aceh sudah melakukan permohonan perubahan kepengurusan kepada lembaga yang berwenang, dalam hal ini adalah Kantor Wilayah kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh.

“Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Apa yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh dalam hal pembentukan panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sudah sesuai dengan isi Pasal 20 Undang-Undang  No 11 Tahun 2006, Pasal 108, 110, 111 UU No 5 Tahun 2014, Pasal 5 UU no 30 Tahun 2014 dan Pasal 114 PP No 11 Tahun 2017,” kata Jully.

Berdasarkan penelusuran portalsatu.com dari situs infopemilu.kpu.go.id, berdasarkan rekapitulasi partai dan lampiran SK Kepengurusan PNA, nama T Setia Budi masih tercatat sebagai anggota Tim Penasehat Pusat PNA. Sementara untuk nama Marwan Sufi dan Syarifuddin Z sudah tidak tertera dalam SK tersebut. sumber: Cek disini

[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya