TAKENGON — Sebanyak 367 kuda berlaga di arena H.M. Hasan Gayo Blang Bebangka, Aceh Tengah untuk memeriahkan HUT ke-72 RI, Senin, 21 Agustus, 2017.

Pacuan kuda tradisional Gayo ini dibuka Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara, berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. Laga ini diikuti para peserta dari tiga kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Tengah, Abadi, menyebutkan, dari total 367 kuda, 68 ekor berasal dari Gayo Lues, 100 ekor dari Bener Meriah, dan 199 ekor dari Aceh Tengah.

“Kuda-kuda yang dipertandingkan dibagi dalam enam kelas dengan ukuran usia tua dan muda, ” ujar Abadi.

Lebih lanjut, Abadi menyebutkan, even ini berhadiah total Rp309 juta yang bersumber dari APBK Aceh Tengah dan APBA melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Sementara itu, Khairul Asmara menekankan, penyelenggaraan pacuan kuda setiap tahun harus lebih baik daripada sebelumnya, baik menyangkut sarana dan prasarana arena pacuan kuda maupun kualitas kuda yang dipertandingkan.

“Panitia harus menjamin ketersediaan air yang cukup, toilet yang memadai dan bersih, serta tempat ibadah sementara bagi para pengunjung,” kata Khairul.

Selain itu, Khairul menegaskan, jika bertepatan dengan waktu salat, segala aktivitas dihentikan. Begitu juga berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan syariat Islam agar menjadi perhatian serius untuk diantisipasi dan ditangani oleh panitia.

“Pacuan kuda ini adalah budaya yang harus seiring dengan pelaksanaan syariat Islam,” katanya tegas.

Pacuan kuda di Aceh Tengah berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu untuk memperingati hari kemerdekaan pada bulan Agustus dan memperingati hari jadi Kota Takengon pada bulan Februari setiap tahunnya.[] (*sar)