“Mau kerja bank, pak”.
“Mau jadi polisi, pak”.
“Mau jadi PNS, pak”.
“Mau jadi ulama”.
“Mau jadi guru, pak”
Begitu kira-kira jawaban-jawaban para siswa sebuah SMA saat saya tanya cita-cita mereka.
“Tunjuk tangan yang mau jadi toke,” timpal saya.
Sahabat!!!
Di era internet bakal banyak pekerjaan manusia akan diganti mesin. Dunia perbankan atau layanan publik akan banyak diganti oleh sistem digital. Murah, tepat dan ready.
Begitu juga pekerjaan kasar. Tukang parkir, misalnya. Bahkan, sebentar lagi sopir akan diganti oleh mobil otonom. Toko-toko tidak lagi membutuhkan pelayan yang banyak. Orang-orang memproduksi dan menjual barang di internet.
Nah, sebagai orang tua, atau sebagai anak muda. Apakah kita siap dengan zaman ini? Zaman di mana keahlian umum atau tenaga tidak menjadi tumpuan mendapatkan penghasilan.
Ini saat di mana hanya orang kreatif yang akan eksis. Pergeseran sistem ekonomi ke digital. Orang tidak lagi terikat dengan ruang dan waktu. Bekerja bisa sambil have fun.
Jadi, berharap ini lahir dari dunia pendidikan formal. Mimpi di siang bolong. Makanya, para orang tua ubahlah pola pikir Anda. Sebagian besar pekerjaan konvensional diambil alih komputer.
Dunia terbuka untuk perdagangan. Siapkan anak-anak Anda menjadi pebisnis. Jalan untuk dunia dan akhiratnya terbuka lebar.[]





