BANDA ACEH – Komunitas kreatif bersama Forum Aceh Bergerak memperingati 15 Tahun Tsunami dengan doa dan zikir serta gala premiere film Ajarkan Aku Aceh di Taman Budaya Banda Aceh, 26 Desember 2019. 

Doa dan zikir bersama ini dipimpin TM. Syuhada, santri Madrasah Alyah Ulumul Qur'an (MUQ) Kota Banda Aceh. Syuhada juga merupakan korban tsunami Aceh. Saat terjadi bencana itu dia masih berumur satu tahun. Keluarganya selamat dari gempa dan tsunami Aceh 2004 silam. Akan tetapi seluruh harta benda mereka digulung gelombang dahsyat waktu itu. 

“Walau tak begitu mengingatnya, tsunami bagi saya adalah sejarah yang setiap tahun semestinya harus dikenang, agar kita jangan lupa dengan tragedi maha dahsyat itu, supaya kita terus bisa dekat dengan Allah SWT,” jelas Syuhada.

Setelah doa dan zikir, diskusi bersama para tim produksi dan para pemain film Ajarkan Aku Aceh juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para penonton bisa mengetahui tentang produksi dan dua akting. 

Film berdurasi 53 menit ini menceritakan tentang warga Aceh, baik itu tukang becak, sopir mobil travel serta pelayan restoran yang sudah paham tentang evakuasi dan mitigasi bencana. Serta tentang Ros dan Ema yang merupakan Wisatawan Malaysia yang sedang liburan di Aceh. Ros takut akan gempa dan tsunami tiba-tiba terjadi lagi. Dalam pikirannya Aceh adalah daerah yang menakutkan untuk dikunjungi. Perjalanannya berubah dengan hadirnya Gam Pacok. Dia tukang becak biasa, tetapi memiliki pengetahuan tentang mitigasi dan evakuasi bencana gempa dan tsunami. Begitu juga dengan Bang Prak yang menjadi sopir mobil di sebuah travel. Sopir kocak serta sarat pengetahuan tentang teknik evakuasi dan dia juga paham tentang tanda-tanda bila tsunami akan terjadi. 

Ratusan penonton memberikan apresiasi terhadap film edukasi dan roman ini. Mereka sempat histeris saat adegan Gam Pacok dan Ros di atas becak. Para penonton juga disuguhi aksi kocak Bang Prak yang berperan sebagai sipir mobil VW Combi yang selalu melantunkan nyanyiannya. 

Ketua Aceh Bergerak, Ambia Dianda, menjelaskan pesan dalam film ini mampu memberikan edukasi kepada para pendatang dan warga Aceh tentang evakuasi dan mitigasi bencana bila tiba-tiba datang. 

“Peringatan 15 tahun tsunami kita usung tema 'menembus keterbatasan'. Doa dan zikir itu kita kirim untuk syuhada yang syahid dalam tragedi gempa dan tsunami. Gala premiere film Ajarkan Aku Aceh sebagai media edukasi yang diserta kisah cinta serta komedi menyampaikan pesan untuk warga dan para wisatawan,” ungkap Ambia. 

Muhammad Insya, ketua panitia acara sekaligus pemeran Bang Prak dalam film Ajarkan Aku Aceh dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak ada sponsor, tetapi ada beberapa orang menyumbang untuk kesuksesan kegiatan. 

“Kegiatan peringatan 15 tahun gempa dan tsunami yang kita adakan di Taman Budaya terlaksana atas dukungan lintas komunitas. Hal ini tidak terlepas dari inisiasi oleh Forum Aceh Bergerak,” ujar M. Insya alias Bang Prak. 

Dalam kegiatan ini juga turut hadir aktor senior Sudirman alias Haji Uma yang sekarang menjadi anggota DPD RI.  Dalam kata sambutannya, Sudirman memberikan rasa simpatinya kepada seluruh masyarakat dan sineas muda Aceh agar terus produktif dalam memproduksi karya-karya film yang berkualitas. 

“Alhamdulillah semangat anak muda Aceh dalam dunia perfilman terlihat semakin kreatif. Meski tiada bioskop, kita bisa menggunakan ruang dan aula yang ada untuk pemutaran dan nonton bersama. Apalagi sekarang bisa memakai media youtube, jadi gunakan dulu yang sudah ada,” ujar Haji Uma. 

Haji Uma juga menyampaikan momen ketika ia masih aktif menjadi aktor di era sebelum menjadi anggota DPD RI. Ketika itu ia pernah mengajak para pemuda pemudi Aceh untuk masuk ke dalam dunia industri perfilman Aceh. Akan tetapi saat itu ajakannya di abaikan bahkan mendapat sindiran. 

“Saya berharap, ke depan sineas muda Aceh terus meningkatkan kualitas dan kapasitas dalam sinema untuk bisa mengkaji lebih banyak lagi film yang menceritakan tentang kebudayaan Aceh, pendidikan dan sosial serta yang  bernilai dakwah dan edukasi,” ajak senator Aceh ini.[](rilis)