Pikirku merambat, mencacah celah celah jagat peristiwa. Dari ufuk ke ufuk, dari tapak ke tapak, dari takut ke harap. Semua mesti menjadi pengertian.
Zikirku ombak yang berlari
sebelum memecah takjub
dengan penuh kesadaran.
Zikir itu hendak menyampaikan
pesan dari kedalaman,
baik yang tampak atau sembunyi.
………………………………
Pikir dan zikir itu pun hanya menjadi buih semata bila tanpa merekat persaudaraan yang mencapai kemuliaan.[]
Taufik Sentana
Dedikasi untuk
Muslim Uighur.


