Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsZuriat Kesultanan Atjeh...

Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam Ingin Persatukan Masyarakat Aceh

BANDA ACEH – Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam berharap bisa mempersatukan masyarakat Aceh yang menurut mereka saat ini telah terpecah dalam blok-blok kecil, dan juga akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Wali Nanggroe.

Ketua Lembaga Zuriat Kesultanan Aceh Darussalam dari pewaris Kesultanan Meureuhom Daya, Teuku Raja Saifullah berharap Lembaga Wali Nanggroe Aceh kelak mau bekerja sama dengan lembaganya.

“Karena Lembaga Wali Nanggroe juga hari ini adalah lembaga yang sah dalam undang-undang Negara Republik Indonesia atau Qanun Aceh yang lahir daripada perjanjian MoU Helsinki,” kata Teuku Raja Saifullah di Kantor Pusat Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam, Minggu, 16 September 2018, siang.

Soal penyatuan blok-blok kecil, ini telah dicontohkan sejak ratusan tahun lalu, tepatnya saat awal kepemimpinan Ali Mughayat Syah. Saat itu Aceh masih memiliki beberapa kesultanan (negara), mulai dari kerajaan Tamiang sampai kerajaan Trumon. Kemudian disatukan oleh Sultan Ali Mughayat Syah hingga berhasil menjadikan Aceh kuat.

Raja Saifullah mengatakan bahwa para anggota Lembaga Zuriat Kesultanan Aceh Darussalam mulai dari zuriat (keturunan) Sultan Meurah Johan Syah, Munawar Syah, hingga Muzaffar Syah.

Raja Saifullah berencana mencoba menjajaki dan menjadi payung bagi Lembaga Wali Nanggroe Aceh, sebagai partner untuk membantu tugas-tugas Wali Nanggroe termasuk dalam hal adat dan budaya. 

“Kita sudah mengirimkan berita ke beberapa negara termasuk Oman, Ottoman, kerajaan Maroko, Portugal, dan negara-negara kedaulatan di nusantara kita akan menjalin hubungan silaturahmi,” kata Teuku Raja Saifullah.

Di antara semua negara-negara tersebut, hubungan dengan Ottoman akan diutamakan. Sebab, menurutnya, dahulu kontribusi Ottoman terhadap Kesultanan Bandar Aceh Darussalam sungguh besar.

Dalam menjalin kerja sama, Raja Saifullah mengatakan kini Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam sedang berusaha menjalin hubungan silaturahmi dengan zurriat- zurriyat kesultanan dari berbagai kesultanan demi menegakkan kembali marwah Bandar Atjeh Darussalam di bidang pendidikan dan ekonomi rakyat.

Sekretaris Lembaga Zurriat Kesultanan Aceh Darussalam Afriansyah mengatakan lembaga itu dibangun bukan berarti untuk menyatukan kekuatan untuk melawan kekuatan yang sah. Namun ini adalah forum silaturahmi, dan masih tetap dalam NKRI.[]

Baca juga: