Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
Beranda10 Hari Menghilang,...

10 Hari Menghilang, Nelayan Masih Cari Boat KM Satria Tanpa SAR

TAPAKTUAN – Tiga nelayan asal Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan yang hilang akibat boat pancing KM Satria, karam diterjang badai di kawasan Pulau Tepi seputaran Lewak, Simeulue, belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan nelayan Pasie Meukek, meskipun tanpa didukung maksimal petugas terkait.

“Hingga hari ke 10, korban KM Satria karam di perairan Simeulue belum ditemukan tim pencari yang berasal dari Pasie Meukek. Upaya pencarian yang dilakukan enam boat Pasie Meukek tanpa bantuan tim Satgas SAR serta kelembagaan Panglima Laot Simeulu,”  ujar  Panglima Laot Aceh Selatan, Tgk Muhammad Jamil di Tapaktuan, Rabu, 7 Desember 2016.

Seharusnya, kata M Jamil, proses penanganan musibah dan pencarian korban hilang di laut, turut melibatkan pihak Satgas SAR dan Basarnas. Pencarian korban hilang juga biasanya berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk petugas  PMI dan Lembaga Panglima Laot.

Namun dia menyayangkan hal itu tidak berlaku untuk pencarian nelayan Pasie Meukek yang hilang. Kondisi ini telah menimbulkan kekecewaan bagi nelayan Meukek khususnya, dan nelayan Aceh Selatan pada umumnya.

“Siapapun akan merasa kecewa apabila tiga korban yang hilang tanpa dukungan pencarian maksimal dari pemerintah. Faktor ini akan menjadi momok yang menyakitkan. Seharusnya, saudara-saudara kami di Simeulue bisa berpartisipasi dan fokus melakukan pencarian dalam batas waktu yang maksimal,” kata Panglima Laot Aceh Selatan.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Tgk Safadi, membenarkan bahwa pencarian nelayan hilang dari desanya tidak mendapat perhatian pihak terkait. Selama 10 hari pasca boat KM Satria menghilang, mereka mencari secara swadaya dengan menggunakan empat unit boat pancing bertonase 7-8 GT.

“Karena bahan logistik termasuk BBM empat unit boat tersebut telah mulai menipis, masyarakat bersama aparat Desa Pasie Meukek telah memutuskan kembali mengirim dua unit boat lagi pada Selasa, 6 Desember 2016 malam, untuk membantu proses pencarian sekaligus membawa logistik. Sehingga jumlah boat asal Pasie Meukek yang telah dikerahkan untuk mencari korban sudah sebanyak enam unit,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, KM Satria berbobot tujuh gross tonnage (GT) dengan anak buah kapal (ABK) tiga personel berlayar dari PPI Pasie Meukek, Aceh Selatan menuju perairan Lewak, Simeulue pada Jumat, 25 November 2016 sore. Boat tersebut dikabarkan hilang kontak sejak Minggu, 27 November 2016.

Diduga, KM Satria karam akibat diterjang angin kencang dan gelombang besar. Sejumlah fasilitas dan puing-puing milik boat naas itu telah ditemukan tim pencari asal Pasie Meukek. KM Satria dinahkodai Anhar alias Buyung Satria, bersama dua temannya Feri asal Desa Arun Tunggai dan Samsuar penduduk Kuta Baro, Kecamatan Meukek.

Fasilitas dan puing yang ditemukan selama pencarian adalah tiga kotak fiber (box pendingin), kamar monyet (ruangan kecil), tas berisi pakaian dan handpone, perangkat komunikasi (Radio mobile), papan lantai, pintu serta tali jangkar. Sedangkan tiga korban dan body utama masih misterius.

Wakil Penglima Laot Kecamatan Meukek, Khairuzzaman, mengatakan armada yang ikut serta mencari para korban hilang adalah KM Arafah, KM Masta, KM Firah, KM Suami Istri II, KM Seulawah dan KM Jasa Tuna. Anggaran operasional pencairan bersumber dari swadaya masyarakat setempat dan bantuan pribadi Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, BPBD  serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Tadi malam, (Selasa, 6 Desember 2016) diberangkatkan dua armada boat mengantar logistik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kelancaran pencarian. Harapan kami, dalam kondisi apapun tiga nelayan yang hilang bisa ditemukan. Semoga Allah SWT memberi hidayah,” katanya di pangkalan Asoka Pasie Meukek.[]

Laporan: Hendrik Meukek

Baca juga: