BANDA ACEH – Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang beberapa wilayah di pesisir Aceh, Rabu 7 Desember 2016 sekira pukul 05.03 WIB.
Gempa yang berpusat di Pidie Jaya tersebut telah memakan korban jiwa. Banyak korban jiwa yang terluka dan meninggal dunia akibat terkena material bangunan yang roboh. Korban pun terus bertambah hingga saat ini.
Berbeda dengan Jepang. Dilansir portalsatu.com dari laman berita CNN, Jepang adalah wilayah yang sering dilanda gempa bumi. Namun, korban yang jatuh akibat gempa bumi sangat minim.
Hal tersebut terjadi karena Jepang sangat mengantisipasi bencana seperti gempa bumi. Pelatihan terkait dengan evakuasi bencana pun kerap dilakukan baik di sekolah atau kantor pemerintahan. Dan yang paling berpengaruh adalah daya tahan bangunan di Jepang lebih kuat dari daya tahan bangunan di Indonesia.
Masih dari laman CNN, pascagempa Kobe yang terjadi pada 1995, ketentuan baru mengenai standar bangunan anti-gempa mulai berlaku di Jepang. Pemda di sebagian wilayah Jepang menawarkan inspeksi keamanan struktur bangunan untuk rumah warga.
Sedangkan di wilayah Indonesia hal tersebut belum menjadi prioritas. Padahal beberapa wilayah di Indonesia kerap dilanda gempa bumi. Hal ini terlihat saat dilanda gempa bumi banyak bangunan yang roboh dan mengakibatkan korban jiwa. Walaupun gempa tersebut terjadi dalam jangka waktu sesaat.[]

