MEUREUDU – Korban gempa di Dusun Blang Cut, Gampong Peurade, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, sangat membutuhkan suplai makanan. Pasalnya, ratusan korban gempa di daerah ini belum mendapat bantuan dalam bentuk apapun.
Kami kelaparan. Hingga pagi tadi belum ada bantuan yang disalurkan ke kawasan Gampong Peurade, kata Lisa, warga Peurade kepada portalsatu.com via telepon, Rabu 7 Desember 2016 malam.
Dia mengaku bersama puluhan korban terdampak gempa masih menetap di seputaran rumahnya.
Ada yang masih bertahan di seputaran rumah yang rusak akibat gempa, dan ada juga yang sudah mencari tempat yang lumayan tinggi. Mereka takut tsunami, karena ada yang masih trauma dengan masa lalu. Apalagi pemukiman warga hanya 50 meter dari bibir pantai, kata Lisa.
Lisa juga meminta agar tim relawan datang ke daerahnya untuk membuat dapur umum. Kami telah memasang tenda kampung untuk jadi posko sementara, kata Lisa.
Dia berharap pasokan logistik, terutama makanan segera tiba ke tempat mereka. Kondisi mereka bertambah sulit karena listrik padam total dan air PDAM tidak mengalir.
Kami sangat susah, hingga saat ini listrik juga masih padam total sehingga PDAM tidak hidup dan pastinya air bersih juga kurang, kata Lisa.
Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan 6,4 SR terjadi pada pukul 05.03 WIB pagi tadi, tepatnya di 5.19 lintang utara (LU), 96.36 Barat Timur (BT) dengan kedalaman 10 Km. Gempa ini dirasakan oleh warga di Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bireun, dan Lhokseumawe.
Informasi yang diterima dari Tim Siaga Bencana diketahui jumlah korban akibat gempa terus bertambah. Hingga pukul 18.00 WIB tadi, tercatat 91 orang meninggal dunia di Pidie Jaya. Selain itu, di kabupaten tersebut juga terdapat 125 orang luka berat dan 411 orang luka ringan.
Sementara di Bireuen diketahui 2 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 128 orang luka ringan. Gempa juga berdampak pada 10 ribu santri Dayah Mudi Mesra. Gempa subuh tadi juga menyebabkan satu orang meninggal dunia di Pidie dan satu orang dinyatakan hilang.[]

