Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNews100 Peserta Ikuti...

100 Peserta Ikuti Literasi Digital Bersama FKPT Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 100 peserta mengikuti Literasi Digital Sebagai Upaya Mencegah Faham Radikal di Masyarakat di Hotel Mekah, Banda Aceh, Kamis, 15 Maret 2018. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ketua Panitia Literasi Digital, Arif Ramdan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan literasi tahun 2018 ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan FKPT Aceh.

“Sasaran kegiatan ini para pelaku pers mahasiswa, komunitas, blogger, dan unsur pemuda di Aceh,” katanya saat memberikan sambutan pada kegiatan itu.

Arif Ramdan mengajak seluruh peserta nantinya menjadi agen perubahan bagi tersedianya konten positif di sosial media. 

“Literasi digital ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan terorisme di masyarakat dengan menciptakan konten positif dan mendidik di sosial media,” katanya.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Dewan Pers Anthonius Jimmy Silalahi, Direktur Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh Teuku Farhan, dan Randy Wisnu seorang Youtuber dari Cameo Project.

Peserta mendapatkan pengetahuan tentang peta Sosial Media di Aceh, Portal Berita Resmi dan Portal berita abal-abal.

Sementara itu, Ketua FKPT Aceh Prof Dr M Hasbi Amiruddin, MA dalam sambutannya mengatakan, medsos saat ini telah merusak tatanan masyarakat. Pola meneruskan informasi tanpa menyaring sering menjadi pemicu emosi di masyarakat.

“Ke depan ini kita akan menghadapi tahun politik hindari meneruskan hal yang tidak bermanfaat bagi kita. Jika ada yang tak manfaat muncul di media sosial, cukup sama kita saja jangan disebar lagi,” kata Prof Hasbi.[]

Baca juga: